- Polsek Siantan Gelar Nonton Bareng Piala Dunia
- Aneng Minta Cabor Anambas Siapkan Atlit Hadapi Porprov November Mendatang
- Sambut Ulang Tahun Polres Anambas Gotong - royong Bersihkan Rumah Ibadah
- Wali Kota Medan Kerahkan Armada Damkarmat Untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga
- Jelang HUT Ketiga, Parsibo Berbagi Sukacita dan Motivasi Bersama Anak Yatim di Medan
- Tolak Pengosongan Sepihak, Jemaat POUK Chapel USU Surati Rektor Minta Audiensi
- TMP Sukseskan Liga Top Skor Batam 2026, Wagub Nyanyang Lepas Dua Tim Wakili Kepri ke Babak Nasional
- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
Moseum Arung Hijau Perdana di Anambas

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas, Evi Sjuhairi meninjau gedung Moseum di Arung Hijau yang dikeola oleh Yayasan Cerdas, Kamis(4/5/2023).
Ketua Yayasan Cerdas, Hettiandri SH MH mengatakan, gedung Moseum yang berlokasi di Arung Hijau itu seluas 8x28 meter persegi belum dibuka untuk umum umum karena saat ini masih dalam persiapan. Namun beberapa foto lama yang memiliki sejarah sudah mulai dipajang disana.
"Saat ini ada sekitar 130 buah poto-poto ukuran besar bersejarah sudah dipajang, dan benda benda bersejarah masih minim, tapi bisa saja bertambah karena selama ini belum ada tempatnya," kata Hettiandri kepada media, Kamis(4/5/2023).
Kepala Desa Tiangau, Tamar Johan yang sekaligus merupakan pembina Moseum bersama Fadhil Hasan berharap dengan adanya Moseum tersebut bisa menunjang pariwisata di Kabupaten Kepulauan Anambas.
" Ini moseum perdana di Anambas, jaraknya hanya sekitar 15 menit naik sepeda motor dari kota Tarempa. Kami berharap bisa menunjang pariwisata di Anambas ini," katanya.
Sementara Fadhil Hasan berharap dengan berdirinya Moseum bisa juga menjadi perhatian dari SKK Migas yang beroperasi di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas untuk membantu operasional dan penambahan bahan-bahan bersejarah yang mungkin selama ini dimiliki oleh masyarakat.
"Kita juga minta perhatian dari SKK Migas karena mereka memiliki CSR sehingga pembenahan Moseum ini bisa lebih baik lagi," ujarnya. (red)


















































