- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
Moseum Arung Hijau Perdana di Anambas

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas, Evi Sjuhairi meninjau gedung Moseum di Arung Hijau yang dikeola oleh Yayasan Cerdas, Kamis(4/5/2023).
Ketua Yayasan Cerdas, Hettiandri SH MH mengatakan, gedung Moseum yang berlokasi di Arung Hijau itu seluas 8x28 meter persegi belum dibuka untuk umum umum karena saat ini masih dalam persiapan. Namun beberapa foto lama yang memiliki sejarah sudah mulai dipajang disana.
"Saat ini ada sekitar 130 buah poto-poto ukuran besar bersejarah sudah dipajang, dan benda benda bersejarah masih minim, tapi bisa saja bertambah karena selama ini belum ada tempatnya," kata Hettiandri kepada media, Kamis(4/5/2023).
Kepala Desa Tiangau, Tamar Johan yang sekaligus merupakan pembina Moseum bersama Fadhil Hasan berharap dengan adanya Moseum tersebut bisa menunjang pariwisata di Kabupaten Kepulauan Anambas.
" Ini moseum perdana di Anambas, jaraknya hanya sekitar 15 menit naik sepeda motor dari kota Tarempa. Kami berharap bisa menunjang pariwisata di Anambas ini," katanya.
Sementara Fadhil Hasan berharap dengan berdirinya Moseum bisa juga menjadi perhatian dari SKK Migas yang beroperasi di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas untuk membantu operasional dan penambahan bahan-bahan bersejarah yang mungkin selama ini dimiliki oleh masyarakat.
"Kita juga minta perhatian dari SKK Migas karena mereka memiliki CSR sehingga pembenahan Moseum ini bisa lebih baik lagi," ujarnya. (red)















































