- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Dukung WNI dan Wisata, KJRI Johor Bahru Perkenalkan KSATRIA dan JIWA di Karimun

MELAYUNEWS. COM, KARIMUN– Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, bersama jajarannya, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, pada Rabu (25/6/2025).
Kunjungan ini bertujuan mempererat kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karimun dalam bidang perlindungan WNI/PMI serta promosi pariwisata, melalui dua inisiatif unggulan: KSATRIA dan JIWA.
Agenda kunjungan diawali dengan pemasangan papan informasi program KSATRIA secara simbolis di atas kapal feri MV Oceanna VIII yang melayani rute Kukup (Johor, Malaysia) – Tanjung Balai Karimun (Kepri). Kegiatan ini dilakukan bersama Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, dan pejabat terkait.
“Pemasangan ini merupakan bagian dari upaya memperluas penyebaran informasi KSATRIA di seluruh kapal penumpang lintas Johor-Indonesia,” ujar Konjen Sigit dalam keterangan pers yang diterima Sekretariat SMSI Kepri, Kamis (26/6/2025).
Program KSATRIA sendiri merupakan layanan aduan dan informasi berbasis chatbot yang terhubung dengan WhatsApp melalui nomor +60105288040. Sejak diluncurkan oleh KJRI Johor Bahru pada April 2023, layanan ini telah menjangkau 13.668 pengguna dan menangani 3.479 pengaduan – dengan tingkat penyelesaian mencapai 90 persen.
Keunggulan KSATRIA terletak pada sistem pelaporannya yang berbasis pada 360 kata kunci umum. Pengguna cukup mengetik kata seperti “diancam” atau “ditipu”, dan sistem akan langsung meneruskan laporan tersebut ke petugas KJRI untuk ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
Setelah kegiatan di pelabuhan, acara dilanjutkan dengan sosialisasi program JIWA (Jiran Istimewa) di pendopo rumah dinas Bupati Karimun. JIWA merupakan platform digital untuk mempromosikan wisata lintas batas negara, yang secara resmi diluncurkan oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau pada 17 Mei 2025.
Sosialisasi ini dihadiri berbagai pihak, termasuk Pj. Sekda Kabupaten Karimun, anggota DPRD, perwakilan Disparbud, pelaku usaha hotel, restoran, tour & travel, klinik kecantikan, serta operator kapal feri.
Menurut Konjen RI, program JIWA bertujuan mengoptimalkan kedekatan geografis, budaya, dan hubungan sosial antara Johor dan Kepulauan Riau. Melalui JIWA, masyarakat Johor dan Kepri akan memperoleh berbagai keistimewaan saat berkunjung ke wilayah satu sama lain, seperti diskon, voucher, atau hadiah menarik. Bentuk fasilitas tersebut disesuaikan dengan kebijakan masing-masing pelaku usaha.
“JIWA ditujukan khusus bagi warga Johor dan Kepri, agar mereka merasa bangga sebagai masyarakat perbatasan yang saling terhubung,” jelas Sigit.
Bupati Karimun . Ing. Iskandarsyah menyambut baik kedua program ini. Ia menilai kehadiran KSATRIA akan sangat membantu warga Karimun yang kerap bepergian ke Johor, baik untuk bekerja maupun kunjungan keluarga. Sementara program JIWA dianggap sejalan dengan strategi pengembangan pariwisata daerah, yang menargetkan kunjungan 65.000 wisatawan asal Malaysia ke Karimun sepanjang 2025.
“Saya mendorong pelaku usaha di Karimun untuk turut bergabung dalam program JIWA, karena manfaatnya sangat besar bagi promosi daerah,” ungkap Bupati Ing. Iskandarsyah.
Menanggapi hal tersebut, Mohd Rizali Noor selaku Pelaksana Fungsi Ekonomi II KJRI Johor Bahru menjelaskan bahwa pendaftaran JIWA sangat mudah dan bisa dilakukan secara daring melalui situs resmi www.jiran-istimewa.com. Hingga awal Juni 2025, sebanyak 68 pelaku usaha dari Johor, Batam, Bintan, dan Tanjungpinang telah bergabung.
“Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat, melihat tingginya antusiasme dari pelaku usaha yang ingin memanfaatkan JIWA sebagai sarana promosi,” ujarnya. Selain itu, peserta program juga diperbolehkan menggunakan logo dan jingle JIWA secara gratis untuk kepentingan promosi mereka.
Masyarakat Johor yang ingin merencanakan kunjungan ke Karimun dapat mengakses website tersebut untuk mengetahui tempat-tempat wisata yang menawarkan keistimewaan khusus bagi mereka.(red)
















































