- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto tidak hanya memberikan manfaat bagi para siswa sekolah.
Program ini juga turut menggerakkan ekonomi lokal sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah pusat.
Untuk itu pasokan bahan pangan diprioritaskan dari petani sekitar untuk memenuhi pasokan bahan baku dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan ini menjadi berkah tersendiri bagi para petani.
Seperti yang dirasakan oleh Hasan, petani yang membuka lahan kebun sayur di Desa Tarempa Selatan, hasil panen kebunnya dibeli oleh dapur SPPG Desa Tarempa Barat.
Ia mengaku, menjadi salah satu penyuplai sayuran kepada pihak dapur SPPG Desa Tarempa Barat dan telah lama dilakukan.
"Setiap hari (selain hari libur) dan boleh dibilang dari awal SPPG tersebut beroperasi," ujar Hasan, Senin (21/07/2026)
Selain itu, menurut pria 51 tahun tersebut, menjual hasil panen sayur kepada pihak SPPG lebih praktis dan lebih kompetitif.
"Uangnya lebih mudah dan harganya juga relatif stabil, " tambahnya.
Ia juga berkomitmen dalam menjaga standar kualitas sayur yang akan disuplay terhadap dapur SPPG, karena ia berharap dapat melanjutkan kerjasama dalam jangka waktu yang panjang.
"Saya menjaga, terutama dari kualitas dan juga harga, begitu, agar bisa berkelanjutan. Intinya tidak mau hanya sesaat, "tuturnya.
Sementara, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tarempa Barat, Mesy Arsita menjelaskan, menampung hasil panen petani lokal tidak hanya berfokus pada penyediaan bahan pangan berkualitas, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
"Sesuai dengan arahan serta aturan dari Badan Gizi Nasional (BGN), dimana bukan hanya kualitas bahan baku saja yang diprioritaskan, tetapi juga harus merangkul UMKM serta petani lokal. Hal ini tidak kalah penting dimana diharapkan dengan mengambil hasil panen dari petani lokal ini dapat membangun perputaran ekonomi di daerah setempat, "terang Mesy Arsita. (Ferengki).














































