- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas terus menyalurkan bantuan air bersih ke dua lokasi yang terdampak kekeringan seiring meningkatnya kebutuhan air pada puncak musim kemarau.
Kepala BPBD Kepulauan Anambas, Rovaniyadi mengatakan, ada beberapa lokasi Tanki air di kawasan Tarempa dan Desa Sri Tanjung yang dilakukan pengisian bantuan air bersih.
"Sejauh ini titik lokasi tanki air yang kita distribusikan secara rutin, mulai gang Sonok, Belanak, Sadang (Desa Tarempa Barat) dan Kawasan Komplek Perumahan Angkatan Laut, Usman Harun Desa Sri Tanjung." Kata Rovan Selasa (28/07/2026). 
Namun, kata Rovan pihaknya juga melayani pendistribusian kepada seluruh warga yang terdampak.
"Ya, untuk warga yang melapor juga kita layani" lanjutnya
Ia menjelaskan, Desa Tarempa Barat dan Desa Sri Tanjung hampir setiap tahun mengalami kekurangan pasokan air saat musim kemarau.
"Karena itu kebutuhan air bersih warga harus dibantu melalui penyaluran atau pendistribusian air dari BPBD," ujarnya.
BPBD akan terus memantau perkembangan dampak musim kemarau. Distribusi air baku akan terus dilakukan.
"Hingga saat ini, kita distribusikan air kepada masyarakat kira kira 18 ton per hari.
Ia mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih segera melapor kepada pemerintah desa untuk diteruskan kepada BPBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.(Ferengki)

















































