- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Dinkes Kepri Ajak Masyarakat Waspada, Varian Baru Lebih Ganas Sudah Sampai di Kepri

Keterangan Gambar : Foto/Kominfo
KORANBATAM.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meminta semua pihak untuk mewaspadai varian baru Covid-19 yang lebih ganas, seperti virus yang menyerang masyarakat di India.
Kepala Dinkes Kepri, Mohammad Bisri, mengatakan, varian baru Covid-19 dapat terjadi bila jumlah pasien terus bertambah, dan tidak terkendali.
“Varian baru itu potensial lahir dari mutasi varian B1525 atau B117. Seorang pasien di Batam belum lama ini tertular B1525, namun sudah sembuh,” ujarnya, Rabu (2/6/2021).
Sementara varian B1525 dan B117 sudah masuk Batam dan Tanjungpinang berdasarkan hasil penelitian Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Kalau tidak terkendali, Batam bisa terkenal dengan varian baru yang lebih bahaya. Namun saat ini, masih dapat terkendali. Insya Allah, kita lawan dengan vaksin,” ujarnya.
Bisri juga mengatakan, awalnya, ia merasa pesimistis dapat menangani pasien Covid-19 bila jumlahnya melebih 2 ribu orang. Namun rasa pesimistis itu berubah ketika jumlah masyarakat yang divaksin semakin banyak.
Saat ini, kata dia jumlah kasus aktif Covid-19 di Kepri sebanyak 2.779 orang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri serta pemerintah kabupaten dan kota masih mampu mengendalikannya sehingga kecil kemungkinan lahir varian baru yang lebih ganas.
Vaksinasi juga menghambat penambahan pasien Covid-19. Warga yang sudah divaksin hingga dosis kedua, masih dapat terinfeksi Covid-19, namun kondisinya rata-rata tidak bergejala, dan lebih cepat sembuh.
“Vaksin tidak membuat orang kebal terhadap Covid-19, namun imun tubuhnya lebih kuat sehingga tidak bergejala, dan cepat sembuh,” ucapnya.
(Kominfo /PR).


















































