- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Waspada Isu Penculikan Anak, Ketua RT Balau Kuning Imbau Warganya Teliti

Keterangan Gambar : Ketua RT 01 RW 01 Balau Kuning, Thoni (ist)
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Ketua RT 01 RW 01 Balau Kuning meminta warga Desa Antang kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas selalu waspada terhadap isu penculikan anak yang saat ini marak diberitakan di media sosial.
"Kewaspadaan itu dapat dilakukan melalui peningkatan pengawasan orangtua pada aktivitas anak, berkoordinasi dengan guru tempat anak bersekolah dan melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan ke pihak kepolisian.Hal itu disampaikan Ketua RT Balau Kuning, Thoni kepada media ini, Selasa (7/2/2023).
Ketua RT mengungkapkan dirinya selalu memonitor di wilayah RT nya, setiap orang yang memasuki wilayah kerjanya agar diperhatikan dengan baik.
Selain meminta masyarakat waspada, ketua RT juga menghimbau masyarakat tidak panik dan tidak mudah menyebar informasi tentang penculikan anak yang beredar di media sosial. Berdasar fakta, diketahui banyak share media sosial yang terbukti hoax setelah dilakukan klarifikasi di lapangan.
“Ada share info penculikan anak di daerah A atau B, tetapi setelah dilakukan investigasi di lapangan ternyata tidak ada. Hal ini sering terjadi. Hoax sengaja diciptakan untuk memancing kepanikan atau keresahan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Dia juga meminta agar masyarakat terlebih dahulu melalukan klarifikasi atas informasi yang diperoleh sehingga kabar tersebut bisa dipastikan kebenarannya.
“Saring dulu sebelum share. Jangan sampai kita turut menjadi penyebar hoax di masyarakat,” tambah ketua RT.
Bila ada orang yang memasuki di wilayah RT kita yang mencurigakan silahkan laporkan ke pada ketua RT dan RW setempat. Sebab kabar tentang penculikan anak dapat memancing kemarahan masyarakat melakukan main hakim sendiri terhadap orang yang dicurigai sebagai pelaku penculikan anak.
“Pernah terjadi, orang yang dicurigai dihakimi tanpa melalui klarifikasi atau tanpa melibatkan pihak kepolisian. Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.
Untuk itu, dirinya menghimbau masyarakat untuk bersikap bijak dengan melaporkan ke Polisi bila melihat aktivitas atau orang yang mencurigakan di lingkungannya.
“Saya juga akan berkomunikasi dengan perangkat Desa saya agar memberikan himbauan untuk setiap sekolah yang ada di desa Antang kecamatan Siantan, untuk selalu waspada dan berhati-hati. Jangan biarkan anak-anak yang di bawah umur pulang sendiri tanpa ada penjemputan orangtuanya,"katanya. (red )

















































