- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Warga Taman Duta Mas Dikejutkan Penemuan Ular Sanca Sepanjang 3,5 Meter

Keterangan Gambar : Pihak keamanan perumahan cluster Amsterdam, Taman Duta Mas, saat mengevakuasi ular sanca sepanjang 3,5 meter, Jumat (5/5/2023).
MELAYUNEWS.COM, BATAM - Ular jenis sanca sepanjang 3,5 meter berkeliaran di sekitar rumah warga di Perumahan Cluster Amsterdam Taman Duta Mas, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau.
Proses evakuasi ular sanca itu pun berjalan dramatis. Sebab, hewan reptil ini melakukan perlawanan dan berusaha kabur saat akan ditangkap.
Warga dan pihak keamanan perumahan (sekuriti) berupaya mengevakuasi ular dari dalam gorong-gorong pembuangan air yang berada di bawah tanah. Evakuasi dilakukan karena ular dianggap meresahkan.
Kepala Keamanan Perumahan Cluster Amsterdam Taman Duta Mas, Kompol Z.A.Cristopher Tamba mengatakan, penangkapan ular itu berdasarkan dari adanya laporan warga.
Evakuasi ular tersebut dilakukan pada Sabtu (6/5/2023) pagi hari, dengan melibatkan sekitar 6 orang warga dan sekuriti.
“Sabtu pagi ini, warga kluster Amsterdam Taman Duta Mas dihebohkan dengan kemunculan 1 ekor ular sanca sepanjang 3,5 meter,” ujar Tamba kepada media ini.
Tamba menyebut, ular jenis sanca kembang atau ular piton sepanjang 3,5 meter itu seberat 12 kilogram. Setelah berjibaku, warga dan sekuriti perumahan akhirnya berhasil menangkap ular sanca kembang tersebut dengan menggunakan tangan.
Setelah itu, ular dievakuasi ke halaman rumah dan kepalanya dijepit menggunakan kayu agar tak melawan, kemudian reptil tersebut dimasukkan ke dalam sebuah karung untuk diamankan.
“Proses evakuasi, kami agak kesulitan karena separuh badan ular posisinya sudah masuk ke gorong-gorong pembuangan air jalan yang berada di bawah tanah. Untuk itu diperlukan tenaga ekstra agar bisa menarik ular keluar,” ungkapnya.
Usai dievakuasi, ular tersebut akan dilepaskan kembali ke hutan yang jauh dari permukiman warga. Diduga, ular masuk ke permukiman dan bersembunyi di dalam gorong-gorong karena tengah mengejar tikus untuk makanannya.
“Alhamdulillah, ular sudah dapat kami amankan dan selanjutnya ular kami evakuasi untuk dilepas liarkan kembali ke habitatnya di dalam hutan,” tutup pria yang juga sebagai Kapolsek di Sekupang itu. (cr2)

















































