- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
Wakil Walikota Batam Ajak Warga Bulang Ikut Kembangkan Museum Raja Ali Haji

Keterangan Gambar : Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad (berdiri) saat sambutannya dalam kegiatan Musrenbang Kelurahan Temoyong, di Bulang. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengajak masyarakat Bulang ikut mengembangkan museum Batam Raja Ali Haji. Hal ini disampaikannya dalam sambutannya pada kegiatan Musyawarah Pembangunan Daerah (Musrenbang) Kelurahan Temoyong, Bulang, Rabu (27/1/2021).
Amsakar menyampaikan bahwa Kota Batam sudah memiliki museum yang bernama Musuem Batam Raja Ali Haji yang berlokasi di Dataran Engku Putri, Batam Center, Kota Batam. Pemerintah Kota (Pemko) Batam berkomitmen untuk terus mengembangkan museum yang menggambarkan sejarah Batam dari masa Riau Lingga sampai masa pembangunan infrastruktur sekarang.
Lanjut Amsakar, museum ini menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Batam untuk menarik wisatawan. Selain itu museum tersebut juga sebagai tempat belajar bagi generasi millenial masa depan.
“Museum ini adalah daya tarik baru untuk wisatawan, sekarang ini kami terus melengkapi isinya seperti menulis skrip dan lain-lain,” ujar Amsakar.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menghimbau agar ahli waris Temenggung Abdul Jamal ikut mengambil peran melengkapi museum kebanggaan masyarakat Batam ini.
“Ada yang punya keris Temenggung (Temenggung Abdul Jamal), surat wasiat yang bernilai sejarah dan sebagainya, tolong ahli waris membantu untuk melengkapi di museum,” katanya.
Jika benda peninggalan tersebut tak mau dilepas, Amsakar menyarankan untuk dititipkan dan dijaga baik serta dibuatkan surat perjanjian.
“Kalau seandainya dihargai berhitung dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, demi kemajuan kita bersama,” terangnya.
Sementara, Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengatakan jika barang peninggalan tersebut dijadikan koleksi museum akan dapat menggiring wisatawan datang langsung ke Bulang, misalnya untuk lebih mengetahui tentang Temenggung Abdul Jamal.
“Kami senantiasa menjaga dan merawat koleksi Museum Batam Raja Ali Haji,” ujarnya.
Sumber: Disbudpar Batam
















































