- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
- Mutasi Kombes Pol Eddwi Kurniyanto yang Dekat dengan Masyarakat dan Anggotanya
Wakil Walikota Batam Ajak Warga Bulang Ikut Kembangkan Museum Raja Ali Haji

Keterangan Gambar : Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad (berdiri) saat sambutannya dalam kegiatan Musrenbang Kelurahan Temoyong, di Bulang. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengajak masyarakat Bulang ikut mengembangkan museum Batam Raja Ali Haji. Hal ini disampaikannya dalam sambutannya pada kegiatan Musyawarah Pembangunan Daerah (Musrenbang) Kelurahan Temoyong, Bulang, Rabu (27/1/2021).
Amsakar menyampaikan bahwa Kota Batam sudah memiliki museum yang bernama Musuem Batam Raja Ali Haji yang berlokasi di Dataran Engku Putri, Batam Center, Kota Batam. Pemerintah Kota (Pemko) Batam berkomitmen untuk terus mengembangkan museum yang menggambarkan sejarah Batam dari masa Riau Lingga sampai masa pembangunan infrastruktur sekarang.
Lanjut Amsakar, museum ini menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Batam untuk menarik wisatawan. Selain itu museum tersebut juga sebagai tempat belajar bagi generasi millenial masa depan.
“Museum ini adalah daya tarik baru untuk wisatawan, sekarang ini kami terus melengkapi isinya seperti menulis skrip dan lain-lain,” ujar Amsakar.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menghimbau agar ahli waris Temenggung Abdul Jamal ikut mengambil peran melengkapi museum kebanggaan masyarakat Batam ini.
“Ada yang punya keris Temenggung (Temenggung Abdul Jamal), surat wasiat yang bernilai sejarah dan sebagainya, tolong ahli waris membantu untuk melengkapi di museum,” katanya.
Jika benda peninggalan tersebut tak mau dilepas, Amsakar menyarankan untuk dititipkan dan dijaga baik serta dibuatkan surat perjanjian.
“Kalau seandainya dihargai berhitung dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, demi kemajuan kita bersama,” terangnya.
Sementara, Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengatakan jika barang peninggalan tersebut dijadikan koleksi museum akan dapat menggiring wisatawan datang langsung ke Bulang, misalnya untuk lebih mengetahui tentang Temenggung Abdul Jamal.
“Kami senantiasa menjaga dan merawat koleksi Museum Batam Raja Ali Haji,” ujarnya.
Sumber: Disbudpar Batam















































