- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
Tumpukan Sampah di Laut Anambas Ancam Konservasi Nasional

Keterangan Gambar : Tumpukan sampah yang berada dibawah perumahan warga Anambas.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Tumpukan sampah yang terdiri dari kantong dan botol plastik di laut sekitaran Tarempa kian memprihatinkan,dan menjadi ancaman serius bagi ekosistem serta kesehatan laut Anambas. Laut Kepulauan Anambas sendiri ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan nasional, dan menjadi kawasan konservasi nasional terluas kedua di Indonesia.
Hasil penelusuran awak media ini mendapati ada beberapa lokasi yang ditemui tumpukan sampah, salah satunya di Desa Sri Tanjung. Menurut warga sekitar tumpukan sampah tersebut hampir selalu terjadi pada saat musim Utara.
"Setiap musim Utara memang seperti itu" jawab warga. Selasa (13/01/2026)
Sementara pihak Loka Pengelolaan Kelautan Pekanbaru mengatakan telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi pencemaran sampah di laut.
"Hingga saat ini kita sudah melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan secara kolabortif untuk mengurangi pencemaran seperti pengurangan sampah, penggunaan kembali,dan melakukan daur ulang" ucap Rahmad Hidayat
Keseriusan pihak Loka Pengwlolaan Kelautan (LPK) Pekanbaru dalam menangani pencemaran sampah dilaut dibuktikan dengan membangun kolaborasi yang luas bersama bebarbagai pihak, salah satunya menggandeng pihak Yayasan Anambas.
Untuk pengelolaannya sendiri dimulai dari penyadartahuan hingga proses mendaur ulang sampah, serta menggandeng Yayasan Jaga Mangkai, dan Yayasan Kute Siantan untuk memperluas area jangkauan pengendalian sampah bocor ke laut.
"Tentunya langkah ini juga didukung dengan kolaborasi dan sinkronisasi bersama Pemerintahan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, hal ini dilakukan guna mendukung Program Prioritas Laut Sebasah (laut sehat bebas sampah), Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan." terang Rahmad lebih lanjut
Ia juga menyampaikan, bahwa LPK Pekanbaru, melalui Satuan Pelayanan di Anambas gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas, tentang penanganan sampah yang baik dan memberikan edukasi mengenai dampak buruk sampah bagi ekosistem laut.
"Kita lakukan juga sosialisasi dan edukasi dengan turun langsung ke lapangan (masyarakat), bahkan kita juga memberikan edukasi melalui media sosial dan selebaran," jelasnya lagi.
Ia menekankan, bahwa menangani sampah tidak bisa mengandalkan satu pihak, dan ia berharap, semua pihak dapat bekerjasama dalam menangani pencemaran laut.
"Dengan bekerja sama kita bisa mengurangi sampah, caranya kita menguranginya penggunan material yang mengandung plastik atau material yang susah terurai, dan bijak dalam mengelola sampah " tutupnya. (Ferengki).
















































