- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
- Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD di Anambas
- Tolak Intervensi Kampus di Konflik Chapel USU, MUKI Minta Kementerian Turun Tangan
- Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Bobby Nasution Harapkan Beri Pelayanan Maksimal
- Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Tinggi 2 Meter Disita
Tinjau Museum Perbatasan di Desa Tiangau, Abdul Haris: Perencanaan Museum Daerah Dalam Proses

Keterangan Gambar : Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris saat mengunjungi museum perbatasan di Desa Tiangau.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, mengunjungi Museum Perbatasan di Desa Tiangau. Museum ini didirikan pada 2023 sebagai inisiatif daerah untuk meningkatkan kesadaran akan sejarah Anambas.
Peninjauan Bupati Kepulauan Anambas, di Desa Tiangau, Kecamatan Siantan Selatan berlangsung, pada Senin (14/10/2024).
Dalam peninjauan tersebut, Abdul Haris mengungkapkan kekagumannya terhadap sejarah memorial yang tersimpan di dalam museum.
Ia menyatakan penting untuk mengabadikan kenangan masa lalu, khususnya budaya dan peristiwa di Anambas, agar dapat dilihat oleh khalayak ramai.
“Luar biasa Museum Perbatasan, sejarah-sejarah yang ada dari zaman dahulu hingga sekarang dapat ditemukan di sini. Museum merupakan tempat penyimpanan memori masa lalu agar kesejarahan tidak terlupakan dan tetap dikenang oleh generasi mendatang,” kata Abdul Haris.
Ia juga menambahkan perencanaan untuk Museum Daerah sudah dilakukan, meskipun masih dalam proses. Bupati berharap agar Museum Perbatasan Desa Tiangau dapat menambah koleksi memorial yang bisa dilihat dan dikenang masyarakat, serta semakin maju di masa depan.
“Semoga Museum Perbatasan Desa Tiangau semakin berkembang, sehingga generasi penerus dapat mengetahui memori dari zaman dahulu, dan sejarah tetap ada serta terus dikenang sepanjang masa,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Anambas, Effi Sjuhari, mengungkapkan kehadiran Museum Perbatasan Desa Tiangau selalu mendapatkan dukungan dari pemerintah sebagai bentuk kepedulian terhadap sejarah di Anambas.
“Kami akan terus mendukung satu-satunya Museum Perbatasan di Anambas dengan menyiapkan legalitas ke pusat, membantu perlengkapan furnitur, serta berbagai hal lain yang dapat membuat museum ini menjadi lebih baik dan tetap ada sepanjang masa,” kata Effi.
Kesempatan yang sama, Pengurus Museum Perbatasan Desa Tiangau, Hedtiandri, menjelaskan museum ini baru berdiri pada tahun 2023. Koleksi barang-barang dan kenangan di dalam museum merupakan milik pribadi serta warga lokal Desa Tiangau.
“Museum Perbatasan Desa Tiangau baru berdiri selama satu tahun. Ini adalah inisiatif dari kami sendiri, dan barang-barangnya berasal dari masyarakat sekitar, tanpa kontribusi dari luar. Kami bersyukur atas dukungan pemerintah terhadap apa yang kami buat, semoga Museum Perbatasan ini bisa bermanfaat bagi semua,” ujar Hedtiandri.(johanda).



















































