- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Tim SAR dan Gabungan Lakukan Pencarian Nelayan Hilang saat Mencari Umpan

Keterangan Gambar : Tim SAR saat melakukan pencarian terhadap nelayan hilang, Jumat(6/1/2023).
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Salahsatu nelayan asal Siantan dinyatakan hilang karena pompong yang dikendarai nelayan tersebut ditemukan tanpa awak kapal. Kepala Kantor SAR Natuna, Mexianus menceritakan korban pergi melaut dari pulau Nyamuk di tanggal 4 Januari diketahui korban(Ashadi) bermalam di pulau Lintang bersama nelayan lain.
Kemudian di pagi dini hari tanggal 5 Januari 2023 korban berencana berangkat bersama untuk mencari umpan namun korban berangkat terlebih dahulu. Pada sekitar pukul 7.00 WIB ditemukan pompong nelayan tanpa awak yang diyakini pompong korban.
Sekitar pukul 9.40 WIB Pos SAR Anambas menerima laporan dari nelayan Anambas kemudian informasi diteruskan kepada Kantor SAR Natuna untuk di tindaklanjuti. Hingga dengan sore hari (05/01) pukul 17.10 WIB Kantor SAR Natuna melalui Pos SAR Anambas bersama Potensi SAR dari TNI/POLRI, BPBD, HNSI dan masyarakat nelayan telah melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi pompong di temukan yang merupakan titik duga korban hilang.
"Upaya koordinasi dan pencarian telah kita upayakan bersama masyakat nelayan dan TNI/POLRI, BPBD, HNSI. Hingga dengan sore tadi pencarian kita hentikan sementara terkait cuaca dan gelombang yang dilaporkan dari tim di lapangan mencapai 2-4 meter. Namun upaya koordinasi masih kita lakukan dengan pihak instansi terkait, " ujar Mexi saat di konfirmasi, Jumat (6/1/2023). (red )

















































