- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Solar Langka, HNSI Anambas Hearing dengan DPRD

Keterangan Gambar : HNSI Anambas saat rapat dengar pendapat dengan DPRD.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Anambas dalam rangka menyikapi persoalan kelangkaan BBM Solar bersubsidi di Kabupaten Kepulauan Anambas. Senin, (18/04/2022) diruang Rapat Lantai II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Jalan lmam Bonjol, Tarempa.
Adapun audiensi DPRD bersama HNSI Kepulauan Anambas juga menghadirkan sebanyak 10 perwakilan pengurus nelayan dari Kecamatan.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Syamsil Umri selaku pimpinan rapat dengar pendapat mengatakan, berkaitan dengan kurangnya kebutuhan minyak solar subsidi yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas.
"Silahkan bapak-bapak para nelayan menyampaikan aspirasinya. Kita melakukan diskusi disini dengan harapan ada solusinya," ujarnya.
Dedi Syahputra selaku Sekretaris HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas menyebutkan Kebutuhan BBM Solar subsidi merupakan kebutuhan dasar nelayan Anambas.
"Nelayan Anambas sangat bergantung dengan hasil laut untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, jadi kami mengunggah hati OPD teknis agar serius dan maksimal dalam menangani kelangkaan minyak solar subsidi dan jangan sampai menyangkut hajat hidup orang ramai terabaikan, bahkan kami sudah sampaikan jauh - jauh hari kelangkaan ini namun juga tak diindahkan, "ucapnya.
Terkait dalam hal ini juga merupakan tugas pokok pemerintah dalam mempasilitasi kebutuhan pablik serta meyediakan kebutuhan dasar masyarakat.
" Kami ajak pemerintah untuk merenung sebagaimana Pemekaran Anambas berdasarkan UU 33 Tahun 2008, tujuannya adalah untuk mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas,"ujarnya.
Dedi menambahkan, di Kepulauan Riau (Kepri), persoalan kelangkaan minyak solar subsidi ini, hanya di Anambas, karena di Kabupaten lainnya mereka sudah terselesaikan mengenai persoalan terkait data.
" Sementara di Kabupaten Anambas sampai sekarang masih menggunakan data lama, data asal asalan oleh karena itu pemerintah selalu berasumsi yang tidak tepat. Jadi kami meminta terkait data agar segera di perbaharui dan juga segera untuk membuat regulasi supaya kebutuhan BBM solar subsidi tepat sasaran, "ucapnya.
Dedi berharap audiensi ini menjadi atensi bersama, baik DPRD, Pemerintah serta kepala OPD instansi terkait yang hadir pada hari ini, sehingga persoalan ini secapatnya bisa terealisasi untuk kesejahteraan masyarakat khususnya Nelayan di Kepulauan Anambas.
Pada kesempatan yang sama, Ketua HNSI Kepulauan Anambas, M Yusup juga menyampaikan bentuk kekesalannya terhadap DPRD dan Pemerintah Daerah yang sama sekali tidak memperdulikan nasib nelayan.
"Sudah cukup sabar kami dengan kinerja kalian selama ini. Sementara kalian tidak ada sama sekali memikirkan nasib nelayan, tidak ada kepedulian kalian sama sekali untuk membantu nelayan. Saya saja yang bukan nelayan masih berpikir untuk nelayan, sementara kalian enak - enak duduk ditempat ruang ber AC dan terima gaji tiap bulan, sementara nelayan sendiri kehidupannya semakin sulit untuk mencari kebutuhan hidup sehari-hari demi menghidupi anak istrinya, akibat kelangkaan minyak yang selama ini terjadi, "ujarnya. (red )

















































