- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
SMKN 5 Cetak Siswa Sesuai Kebutuhan Dunia Usaha

MELAYUNEWS.COM, BATAM – SMK Negeri 5 Batam, yang terletak di Kavling Bukit Kamboja, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, sudah tidak asing lagi bagi warga Batam maupun masyarakat Kepri. Sekolah tersebut cukup diminati para siswa lulusan tingkat SMP, sehingga tak mengherankan persaingan masuk ke sekolah SMKN 5 Batam ini, setiap tahunnya, cukup ketat karena selalu membludak para siswa yang mendaftarkan diri.
Kepala SMKN 5 Batam, Agus Sahrir MPd mengatakan, selama ini pihaknya sangat berupaya untuk memajukan sekolah tersebut, dengan tujuan mencetak para siswa agar terampil dan siap pakai sebagaimana kebutuhan dunia usaha.
“Sebagaimana tindak lanjut Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016, tentang refetalisasi, vokasi dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Sebagai daya saing bangsa, maka tindak lanjut tersebut, SMKN 5 Batam, saat ini sedang gencar melaksanakan program, yaitu, guru industri,” kata Agus di ruang kerjanya, Selasa (13/09/2022).
Agus menjelaskan, adapun guru industri tersebut adalah, para engineering, supervisior atau parktisi industri, yang memiliki skill dan kompetensi sesuai dengan jurusan yang ada di SMKN 5 Batam.
“Para guru industri itu, nantinya akan kita undang dan ada Memorandum of Understanding (MoU) sebagai guru industri. Jadi guru industri itu adalah, guru yang akan mengajar di SMKN 5 Batam, namun mereka berlatar belakang dari dunia industri. Kemudian, masalah jam mengajar mereka nantinya ditentukan oleh pihak industri sendiri. Kapan mereka punya waktu dan kesempatan yang luang. Apakah sebulan sekali, apakah hari Sabtu maka mereka dipersilahkan untuk mengajar,” jelasnya.
Lebih lanjut Agus menyebut, adapun guru industri dari berbagai perusahaan diberbagai bidang sesuai dengan jurusannya, seperti, jurusan teknik pengelasan, jurusan teknik permesinan, guru industri jurusan teknik percetakan. “Jadi guru industri itu, disesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki dan dilinkkan dengan jurusan yang di SMKN 5 Batam,” ucapnya.
Menurutnya, dengan kehadiran guru industri di SMKN 5 Batam ini, tentu dapat mengajarkan kompetensi-kompetensi yang sangat dibutuhkan oleh industri. Harapan kita ke depannya, mereka para anak didik kita memiliki pengetahuan ketrampilan sesuai dengan kebutuhan industri. “Untuk pada saat ini, guru industri yang sudah mulai mengajar di SMKN 5 Batam dari perusahaan PT Panasonic, PT Sumitomo dan PT Mersicop. Sedangkan untuk welder, kita datangkan dari PT Caterpillar, PT Profab dan PT KTU. Kalau dibagian mesin itu dari PT PKS dan beberapa perusahaan lainnya,” paparnya.
Lebih jauh, Agus mengungkapkan, keberadaan guru industri di SMKN 5 Batam adalah, merupakan permintaan pihak sekolah. “Kita atau pihak sekolah mengajukannya ke pihak perusahaan, makannya menyangkut hal itu, kita akan menjalin kerja sama dengan mendahului MoU, sehingga mereka layak mendapatkan honor dari pihak sekolah.
“Sebagai guru industri, kerja sama ini telah diamanatkan sesuai dengan Intruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016, tentang retafilisasi peningkatan SDM dan daya saing bangsa. Hal itu juga didukung oleh 12 kementerian dan 34 gubernur. Maka hal tersebut bertujuan, agar masyarakat Indonesia ke depannya memiliki skill, serta mempunyai kompetensi atau keahlian yang handal dibidang dunia usaha industri,” pungkasnya. (red)

















































