- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Siswi SMP di Jemaja Timur Jadi Korban Asusila Hingga Melahirkan

Keterangan Gambar : Konselor Dinsos PPPA Kabupaten Kepulauan Anambas, Erdawati.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Siswi SMP di Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi korban tindakan asusila, kini sedang menjalani perawatan pasca melahirkan di sebuah rumah sakit di Tanjungpinang.
Kasus asusila tersebut, kini tengah ditangani oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Kepulauan Anambas.
Konselor Dinsos PPPA Kabupaten Kepulauan Anambas, Erdawati, membenarkan terkait hal itu, ia pun memberikan keterangan tentang kasus tindakan asusila yang kini sedang ditangani dan didalami oleh pihaknya.
"Kasus ini mulai terungkap setelah si korban yang masih siswi kelas tiga SMP itu, melahirkan anaknya dengan cara caesar di sebuah rumah sakit di Tanjungpinang," ucap Erdawati, Senin (23/10/2023).
Diterangkannya, siswi SMP di Jemaja Timur berinisial LCB (15) yang menjadi korban asusila oleh temannya berinisial TE (19) itu, diduga mempunyai hubungan khusus dengan korban sebagai pasangan kekasih.
Ia mengatakan, untuk kasus asusila ini, dari awal pihaknya sudah melakukan pendampingan meskipun untuk pendampingan secara langsung bertemu dengan korban itu belum dilakukan namun kasus tetap pihaknya giring.
"Kami sudah koordinasi dengan pihak Polres Kepulauan Anambas dan juga Polsek Jemaja, artinya mereka tegak lurus, proses hukum tetap berlanjut dan untuk kasus ini sudah dibuatkan Laporan Pengaduannya (LP)," ujar Erdawati.
Erdawati juga mengungkapkan bahwa, tersangka TE (19) kini telah diamankan di Polres Kepulauan Anambas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dirinya juga sempat bertemu dengan ayah korban yang ternyata saat itu dipanggil oleh Polres Kepulauan Anambas untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas kasus tindakan asusila yang terjadi pada anaknya.
"Tadi saya sempat bertemu dengan ayah korban yang ternyata dipanggil oleh Polres untuk dimintai keterangan sebagai saksi, kita bercerita tentang kasus asusila yang dialami anaknya, tentang bagaimana sekolahnya nanti," papar Erdawati.
Selain itu, mengingat korban yang masih bersekolah, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk bagaimana agar korban tetap dapat melanjutkan sekolahnya.
"Tadi itu juga yang kita bahas dengan ayah korban, kami kasih masukan juga, kami menyarankan agar si anak dapat terus melanjutkan pendidikannya, tapi demi menghindari indikasi buli yang biasa terjadi di sekolah, kami sarankan agar si anak bersekolah di rumah saja atau homeschooling," pungkasnya.
Pihaknya juga sangat mendukung kepolisian agar dapat mengusut secara tuntas kasus asusila tersebut sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.
"Kami meminta dan berharap agar pihak penyidik kepolisian mengusut tuntas kasus ini guna penegakan hukum yang berkeadilan dan bisa menjadi efek jera bagi pelaku," harapnya.(Johanda)

















































