- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Sembari Coffee Morning Lanal Tarempa, Bahas Penegakan Hukum dan Aturan Berlayar

Keterangan Gambar : Lanal Tarempa saat coffee morning bersama instansi lain dan masyarakat, Selasa(30/7).
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Pasca kejadian Laka Laut KM. Samarinda pada 26 Juli 2024 lalu, Lanal Tarempa mengundang dan mengajak stakeholder unsur maritim untuk berdiskusi dan dengar pendapat terkait penegakan hukum dan aturan berlayar terhadap pengguna jasa transportasi laut.
Bertempat di Gedung Napoleon Lanal Tarempa, Kecamatan Siantan, kegiatan tersebut pun dibungkus dalam acara coffee morning, Selasa (30/7/2024).
Danlanal Tarempa, Letkol Laut (P) Ari Sukmana, S.E., M.Tr. Posal mengatakan bahwa selain untuk menjaga silaturahmi yang telah terjalin selama ini, coffee morning ini juga bertujuan untuk membahas dan mengajak instansi-instansi terkait untuk bekerja sama apabila ada kejadian menonjol di laut seperti Laka laut yang terjadi pada KM. Samarinda.
"Ini harus kita komunikasikan bersama. Jadi apabila ada pelanggaran hukum di laut khususnya di perairan Anambas, TNI AL khususnya bersama jajaran instansi terkait seperti Basarnas, Polairud dan BPBD bisa merespon dengan cepat," ucapnya.
Danlanal Tarempa juga turut mengucapkan bela sungkawa terhadap korban dari peristiwa kecelakaan laut KM. Samarinda yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Saya selaku Danlanal Tarempa beserta seluruh prajurit turut berdukacita atas kecelakaan laut KM. Samarinda. Semoga korban yang telah meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan yang maha esa dan keluarganya diberikan kekuatan," sebutnya.
Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Danlanal Tarempa. Mengingat bahwa Kabupaten Kepulauan Anambas ini 95 persen wilayahnya adalah wilayah laut.
Tak hanya itu, Danlanal Tarempa juga mengungkapkan bahwa pihaknya melalui Babinpotmar dan Danposal yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas akan terus menghimbau kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan keselamatan dan kelengkapan alat keselamatan seperti Life Jacket saat akan berlayar serta memperhatikan jumlah penumpang dan muatan kapal agar tidak melebihi kapasitas.
"Kami melalui Babinpotmar dan Danposal yang tersebar di seluruh wilayah Anambas, akan terus menghimbau kepada masyarakat agar selalu memperhatikan keselamatan saat akan berlayar," ungkapnya.
Dari hasil diskusi dan dengar pendapat tersebut, Danlanal Tarempa menerangkan bahwa pihaknya bersama instansi terkait sepakat untuk kedepannya akan melakukan dan memberlakukan pendataan terhadap transportasi pengguna laut serta kapal nelayan.
Setelah itu, mereka pun akan memberikan sosialisasi tentang keselamatan berlayar, penegakan aturan hukum pelayaran dan lalu lintas laut serta menertibkan administrasi kelengkapan dokumen kapal.
"Kita akan data semua, setelah itu kita akan berikan sosialisasi. Untuk selanjutnya kita akan menertibkan kelengkapan dokumen kapal," pungkasnya.
Kegiatan ini merupakan langkah Lanal Tarempa dalam menciptakan situasi dan kondisi laut di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas yang aman menuju Kepulauan Anambas Zero Accident.(Johanda).

















































