- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Reskrim Polsek Bengkong Ringkus Dua Penadah Curanmor

Keterangan Gambar : Keterangan gambar: 5 Motor hasil curian disita di Mapolsek Bengkong, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2025). /ham
MELAYUNEWS.COM, BATAM - Unit Opsnal Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor Bengkong, Kota Batam meringkus 2 tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Masing-masing di antaranya berperan sebagai penerima sepeda motor hasil curian atau penadah.
Dari tangan mereka, ikut disita 5 unit motor yang dicuri dari berbagai lokasi di wilayah Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
“Hendri Hutagaol (30 tahun) dan Ridwan Muhammad (27 tahun), 2 orang yang ditangkap ini adalah penampung barang curian atau penadahnya,” ucap Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Marihot Pakpahan, Selasa (4/2/2025).
Marihot mengatakan, mereka ditangkap di lokasi yang berbeda pada Jumat (31/1) lalu. Dari tangan mereka, petugas mengamankan 5 motor berbagai merek, yakni Yamaha YZF-R15, Honda Vario dan tiga unit merek Honda BeAt.
“TKP pencurian ada di kosan wilayah Bengkong Baru, Kelurahan Bengkong Indah hingga Kampung Belimbing, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong,” beber Ex Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Barelang ini.
Setelah diamankan, Ridwan mengakui sering menerima motor curian yang kemudian dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan.
“Ridwan mengaku sering mendapat motor hasil curian tanpa legalitas dari beberapa rekannya yang kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan,” tuturnya.
Kasus tersebut masih terus dikembangkan. Polisi menelusuri barang bukti (BB) lain hingga memburu terduga pelaku atau eksekutor curanmor yang sudah dikantongi identitasnya.
“Sedangkan untuk pelaku utama yang menjual barang hasil curian kepada Ridwan sudah ditahan di Mapolsek Lubuk Baja dan ada 1 pelaku lagi yang saat ini kami masih buru (jual motor ke HH, red),” ujar dia.
Akibat ulahnya, para pelaku terancam Pasal 480 KUHP tentang Penadahan Barang Hasil Tindak Pidana.
“Saat ini terduga 2 pelaku penadah dan 5 unit motor hasil curian telah diamankan di Mapolsek Bengkong untuk diproses hukum lebih lanjut,” tandas Marihot.(ham/red).

















































