- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
PWI Kepri Terima Penghargaan Bawaslu dalam Rakor Pengawasan

Keterangan Gambar : Ketua Bawaslu Kepri Zulhadril Putra memberikan piagam kepada dua nara sumber, Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani dan staf pengajar di FISIP Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Rudi Rohi. (Foto: Humas Bawaslu Kepri)
MELAYUNEWS.COM, BATAM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau menerima piagam penghargaan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri atas partisipasinya sebagai pemateri dalam Rapat Koordinasi Kelembagaan Penguatan Pengawasan Pemilu dan Pilkada 2025.
Piagam diserahkan usai sesi penyampaian materi oleh Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Pacific Palace, Batam, Selasa (2/12/2025)
Dalam paparannya, Saibansah menegaskan pentingnya profesionalisme jurnalis dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik untuk memastikan pemberitaan pemilu yang akurat, berimbang, dan tidak memicu disinformasi.
Ia menyebut pers sebagai pilar keempat demokrasi yang memiliki peran strategis dalam menjaga ruang publik tetap sehat selama tahapan pemilu.
“Pers memainkan peran penting dalam mengawal iklim demokrasi dalam koridor yang benar,” ujarnya.
Selain PWI, Bawaslu juga menghadirkan akademisi dan pegiat pemilu Dr. Rudi Rohi yang menyampaikan urgensi penguatan kelembagaan pengawas pemilu.
Wakil Dekan II FISIP Universitas Nusa Cendana (UNDANA) itu mendorong agar Bawaslu ditingkatkan menjadi komisi setara KPU agar fungsi pengawasan pemilu semakin kuat.
“Saya mengusulkan agar Bawaslu jangan dikecilkan menjadi badan seperti sekarang. Seharusnya menjadi komisi, seperti KPU, karena Bawaslu menentukan dua dari tiga pilar demokrasi di Indonesia,” ujarnya.
Ketua Bawaslu Kepri, Zulhadril Putra menyebut partisipasi luas berbagai unsur masyarakat sebagai modal penting dalam memperkuat pengawasan partisipatif pada Pemilu dan Pilkada 2025.
“Kami mengapresiasi seluruh narasumber dan peserta yang hadir. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting untuk memastikan penyelenggaraan pemilu yang transparan dan akuntabel,” kata Ketua Bawaslu Kepri, Zulhadril Putra.
Rakor ini diikuti berbagai organisasi masyarakat, lembaga adat, komunitas jurnalis, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Batam. Setiap peserta mengirimkan dua perwakilan.
Peserta antara lain berasal dari Komunitas Pengawas Partisipatif (KPP) Batam, Universitas Internasional Batam, Universitas Riau Kepulauan, Universitas Putra Batam, Politeknik Negeri Batam, Universitas Ibnu Sina, Universitas Universal, PWNU, PWM, serta sejumlah paguyuban dan organisasi seperti GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Pancasila, ICMI Kepri, FKUB, BKOW, PPDI, PERPAT, dan PSMTI.
Selain itu turut ikut serta organisasi kemahasiswaan seperti GMNI, HMI, PMII, GMKI, GAMKI, IMM, KAMMI, dan PMKRI juga turut hadir. (Red)

















































