- Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Gagas Kerja Sama Strategis
- Bobby Nasution Targetkan 5.000 Pelaku UMKM Sumut Dapat Sertifikat Halal
- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
- Bupati Tinjau Rencana Pembangunan Kantor Damkar dan BPBD Sibolangit
- Aksi Bersih-bersih Bupati Anambas bersama Ketua PKK di Taman Bermadah
- TNI-Pemkab Bangun Jembatan di Tumpatan Nibung, Sumur Bor di Emplasmen Kualanamu
- Wagub Surya Tawarkan Potensi Investasi Sumut kepada Duta Besar Belgia
- Satu Langkah Satu Kolaborasi, Bobby Nasution Pacu Enam BUMD Sumut Naik Kelas
- Bobby Nasution Pastikan Rumah Korban Puting Beliung di Medan Johor Dibangun Kembali
- UMKM Medan Dikurasi Uniqlo, Airin Waas Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
Pulungan: Kritik Elemen Masyarakat Terhadap Pj Walikota Pekanbaru Dinilai Terlalu Dini

Keterangan Gambar : Pulungan pengurus FPK Kota Pekanbaru. (ist)
MELAYUNEWS.COM, PEKANBARU - Tokoh masyarakat Pekanbaru, Pulungan menyayangkan sikap beberapa elemen masyarakat yang memberikan statmen atau kritik terlalu dini terhadap Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa. Dimana Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa diakitkan dengan tingginya angka pengangguran dan beberapa masalah sosial masyarakat padahal baru menjabat.
" Kita sangat menyayangkan sikap atau statmen adek-adek terhadap Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa yang kita nilai terlalu dini. Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa baru menjabat dan kita menilai kritikan tersebut salah sasaran dan tidak tepat," ujar Pulungan saat diwawancarai melalui selular, Rabu (12/6/2024).
Pulungan menilai sikap dari elemen sebelum mengkritik sebaiknya koreksi terlebih dahulu apa yang dikritiknya. Apalagi dalam suatu jabatan tentunya ada seleksi dan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
" Mendagri atau Dirjen di Kemendagri sebelum menunjuk tentunya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Kita juga bisa menilai seseorang baru saja menjabat sudah dikaitkan masalah tingginya pengangguran apa masuk akal, kritik boleh saja asalkan rasional dan logika," ujarnya.
Sementara salahsatu tokoh masyarakat lainnya, Syahril Abu Bakar menyampaikan, kritik bisa saja dilontarkan namun harus di analisa terlebih dahulu, apakah akar permasalahannya. Selain itu apakah sudah tepat apa yang disampaikan, karena sesuatu hal itu harus dikaji terlebih dahulu sebelum disampaikan ke ranah publik.
"Saya yakin dan percaya pak Risnandar Mahiwa bukan anti kritik. Namun kita sebagai masyarakat harus jeli apa yang layak dikritik apa yang kurang tepat. Saya juga yakin masyarakat Kota Pekanbaru sudah pintar dan tau mana yang baik dan tepat untuk dijadikan pembahasan,"katanya.(red).







































_jpg.jpg)

.jpg)











