- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
- PWI Gelorakan Semangat Berjejaring Organisasi Pers Global South di Belt and Road Journalists Forum 2026
- Wakil Bupati Anambas Peduli Warga Kurang Mampu dan Pembangunan Tempat Ibadah melalui RB&H Foundation
- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- Viral Video Pesta Narkoboy di Bosar Maligas, Polda Sumut Respon Akan Buru Pelaku
- Wali Kota Medan Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia
Pulau Setokok akan Dikembangkan Jadi Lahan Pertanian Cabai

Keterangan Gambar : Amsakar Achmad (ist)
MELAYUNEWS.COM, BATAM - Kota Batam kembangkan kebun khusus petani cabai di Pulau Setokok, Kecamatan Bulang. Pengembangan itu bertujuan untuk mengendalikan inflasi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juli 2022, inflasi Kota Batam sebesar 0,61 persen.
Hal itu terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan enam indeks kelompok pengeluaran.
Keenam indeks kelompok pengeluaran tersebut yaitu kelompok transportasi naik 3,84 persen, kelompok makanan, minuman, tembakau naik 0,45 persen.
Kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,20 persen, kelompok perumahan, listrik, air, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,13 persen.
Kemudian kelompok kesehatan naik 0,05 persen, dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya naik 0,03 persen.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan inflasi.
Salah satunya dengan melaksanakan evaluasi secara rutin dengan instansi terkait.
“Pak Mardanis (Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam) dan Bank Indonesia sedang membuat kebun khusus untuk para petani cabai di Setokok, dan sekarang sedang mengembangkan lagi di titik lain," ujarnya, Rabu (24/8).
Menurut Amsakar, kenaikan harga komoditas strategis di Batam disebabkan beberapa faktor.
Di antaranya terjadi perubahan cuaca yang ekstrem dan jalur distribusi yang tidak mudah. (antaranews.com /PR)

































.jpg)
















