- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu

Keterangan Gambar : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi panitia Halal Bihalal Masyarakat Melayu Indonesia di Balai Kota Medan, Senin (6/4/2026).
MELAYUNEWS.COM, MEDAN - Budaya Melayu di Kota Medan terus diupayakan hadir lebih dekat dengan masyarakat lintas suku melalui pendekatan yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Pemerintah Kota Medan pun mendorong berbagai inovasi agar kekayaan budaya tersebut tidak hanya hidup dalam seremoni, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian warga.
Hal itu disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi panitia Halal Bihalal Masyarakat Melayu Indonesia di Balai Kota Medan, Senin (6/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota didampingi Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian dan Kabag Kesra Agus Suryono.
Rico Waas menegaskan pentingnya upaya konkret dalam mempopulerkan budaya Melayu, tidak terbatas pada kegiatan seremonial. Ia mendorong pengembangan melalui berbagai bentuk kreatif, seperti tarian persembahan, seni pertunjukan, hingga eksplorasi di bidang sinema dan kuliner.
Menurutnya, ruang publik juga dapat dimanfaatkan sebagai media promosi budaya. Ia mencontohkan kegiatan car free night yang dapat diisi dengan penampilan budaya Melayu sebagai langkah memperkenalkan sekaligus melestarikan tradisi kepada masyarakat luas.
Selain itu, ia menekankan pentingnya regenerasi dalam menjaga keberlanjutan budaya. Generasi muda, kata dia, harus dilibatkan secara aktif dengan pendekatan yang lebih kekinian.
“Generasi muda harus terlibat aktif dalam mengembangkan budaya Melayu dengan pendekatan yang sesuai zaman. Kreativitas mereka penting agar budaya tetap relevan dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Panitia, Milhan, menyampaikan bahwa Gebyar Halal Bihalal Masyarakat Melayu Indonesia akan digelar di Hotel Mercure Medan dan melibatkan berbagai organisasi Melayu.
Acara tersebut direncanakan dihadiri sejumlah tokoh Melayu, termasuk anggota DPD RI Sultan Najamuddin, para sultan dari Sumatera Utara dan daerah lain, serta peserta dari sedikitnya 10 provinsi.
“Kami berharap Bapak Wali Kota dapat hadir dan memberikan sambutan,” kata Milhan.(SP)
















































