- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
- Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD di Anambas
- Tolak Intervensi Kampus di Konflik Chapel USU, MUKI Minta Kementerian Turun Tangan
- Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Bobby Nasution Harapkan Beri Pelayanan Maksimal
- Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Tinggi 2 Meter Disita
- Buka Kontes Burung Berkicau, Bobby Nasution Dorong Sumut Jadi Pusat Kicau Mania Nasional
- Peresmian 1.061 KMP Nasional, Bobby Nasution Sebut Koperasi Jadi Penguat Ekonomi Rakyat
Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu

Keterangan Gambar : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi panitia Halal Bihalal Masyarakat Melayu Indonesia di Balai Kota Medan, Senin (6/4/2026).
MELAYUNEWS.COM, MEDAN - Budaya Melayu di Kota Medan terus diupayakan hadir lebih dekat dengan masyarakat lintas suku melalui pendekatan yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Pemerintah Kota Medan pun mendorong berbagai inovasi agar kekayaan budaya tersebut tidak hanya hidup dalam seremoni, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian warga.
Hal itu disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi panitia Halal Bihalal Masyarakat Melayu Indonesia di Balai Kota Medan, Senin (6/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota didampingi Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian dan Kabag Kesra Agus Suryono.
Rico Waas menegaskan pentingnya upaya konkret dalam mempopulerkan budaya Melayu, tidak terbatas pada kegiatan seremonial. Ia mendorong pengembangan melalui berbagai bentuk kreatif, seperti tarian persembahan, seni pertunjukan, hingga eksplorasi di bidang sinema dan kuliner.
Menurutnya, ruang publik juga dapat dimanfaatkan sebagai media promosi budaya. Ia mencontohkan kegiatan car free night yang dapat diisi dengan penampilan budaya Melayu sebagai langkah memperkenalkan sekaligus melestarikan tradisi kepada masyarakat luas.
Selain itu, ia menekankan pentingnya regenerasi dalam menjaga keberlanjutan budaya. Generasi muda, kata dia, harus dilibatkan secara aktif dengan pendekatan yang lebih kekinian.
“Generasi muda harus terlibat aktif dalam mengembangkan budaya Melayu dengan pendekatan yang sesuai zaman. Kreativitas mereka penting agar budaya tetap relevan dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Panitia, Milhan, menyampaikan bahwa Gebyar Halal Bihalal Masyarakat Melayu Indonesia akan digelar di Hotel Mercure Medan dan melibatkan berbagai organisasi Melayu.
Acara tersebut direncanakan dihadiri sejumlah tokoh Melayu, termasuk anggota DPD RI Sultan Najamuddin, para sultan dari Sumatera Utara dan daerah lain, serta peserta dari sedikitnya 10 provinsi.
“Kami berharap Bapak Wali Kota dapat hadir dan memberikan sambutan,” kata Milhan.(SP)




















































