- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Pemko Batam Tekan Inflasi, Sekda Tinjau Pasar Sembako Murah

MELAYUNEWS.COM, BATAM - Sekretaris Daerah (Sekda) Batam Jefridin Hamid, mewakili Wali Kota Batam Muhammad Rudi, meninjau pasar sembako murah di lapangan sepak bola Baloi Permai, Senin (24/10/2022).
Pasar sembako murah ini diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam dengan menggandeng 85 distributor. “Pak Wali (Muhammad Rudi) terus berkomitmen menyediakan harga sembako murah di Batam. Pasar sembako murah ini salah satunya untuk menekan tingginya harga bahan pokok di pasar,” ujar Jefridin.
Pasar sembako murah ini digelar sebanyak 20 titik di 10 kecamatan sesuai jadwal masing-masing. Pantauan di lokasi, pasar tersebut langsung diserbu masyarakat sekitar. “Ini arahan langsung Wali Kota Batam untuk menjalankan program pengendalian inflasi,” katanya.
Adapun, sembako yang dijual di pasar sembako murah menerapkan harga distributor yang dipastikan lebih murah dibandingkan harga di pasaran. “Masyarakat silakan membeli kebutuhan sembako di sini, dengan harga yang terjamin lebih murah,” ucapnya.
Selain menggelar pasar murah, Pemko Batam juga menggandeng daerah lain seperti Tapanuli Utara dan Simalungun untuk mendatangkan komoditas cabai. “Alhamdulillah, harga cabai mulai berangsur turun dan kami juga sedang menjalin kerja sama dengan Kediri dan Lombok Utara untuk mendatangkan cabai dan kentang,” ujarnya. (MCB)

















































