- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
- PWI Gelorakan Semangat Berjejaring Organisasi Pers Global South di Belt and Road Journalists Forum 2026
- Wakil Bupati Anambas Peduli Warga Kurang Mampu dan Pembangunan Tempat Ibadah melalui RB&H Foundation
- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- Viral Video Pesta Narkoboy di Bosar Maligas, Polda Sumut Respon Akan Buru Pelaku
- Wali Kota Medan Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia
Pemko Batam Salurkan BPNT kepada KPM, Amsakar Pastikan Tepat Sasaran

Keterangan Gambar : Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad (kiri) saat menyalurkan program sembako kepada salah satu perwakilan dari KPM. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai menyalurkan Program Sembako, yang sebelumnya bernama program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kemenenterian Sosial (Kemensos), Sabtu (16/1/2021). Untuk hari pertama, Program Sembako disalurkan untuk masyarakat Sagulung di agen Lancar Langeng sebanyak 300 dan agen Cunting Tanjung uncang Batuaji 208 keluarga penerima manfaat (KPM).
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, dalam penyaluran program dari Pemerintah Pusat itu, pihaknya memastikan 6T dapat terlaksana. Adapun, 6T tersebut antara lain adalah Tepat Sasaran, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Nilai, Tepat Kualitas, dan Tepat Administrasi.
“Ini yang harus kita pastikan. Setelah kita tinjau di dua (2) lokasi penyaluran, Program Sembako ini sudah sesuai ketentuan dan rencana,” ujar Amsakar.
Amsakar menyampaikan, untuk seluruh Kota Batam, jumlah penerima Program Sembako tersebut sebanyak 21.293 KPM. Ia berharap, jumlah tersebut terus berkurang.
“Kalau jumlahnya berkurang, artinya program yang bertujuan mengatasi kemiskinan ini sudah berhasil,” ujar Amsakar, yang juga menjabat Ketua Pengentasan Kemiskinan Kota Batam itu.
Untuk nominal bantuan program tersebut, katanya, senilai Rp200 ribu. Di mana, uang tersebut harus ditukar dalam bentuk bahan pokok di 113 e-Warung yang tersebar di Kota Batam. Adapun komoditas bahan pangan yang didapat seperti beras, kacang hijau, telur, hingga jeruk.
“Dalam penyaluran ini, kami harus turun melihat bagaimana mekanisme pelaksanaannya. Dan alhamdulillah, kriteria 6T sudah terpenuhi,” ucap Amsakar.
Ia berharap, di lokasi lain, penyaluran program tersebut juga lancar. Ia tak ingin masyarakat kesulitan dalam pencairan bantuan tersebut. Ia menegaskan, petugas di lapangan diminta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Jangan nanti masyarakat sudah jauh-jauh datang, ketika tiba di e-Warung, kartunya tak bisa digesek,” ujarnya mengakhiri.
(ril)

































.jpg)
















