- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Pemko Batam Bentuk Tim Monitoring Kewaspadaan Kejadian Alam

Keterangan Gambar : Walikota Batam, Muhammad Rudi (depan, kemeja biru) dan Ketua TP-PKK Kota Batam, Marlin Agustina Rudi (empat dari depan) beserta rombongan OPD Pemko Batam saat meninjau dan monitoring korban bencana alam di Batam. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam membentuk tim monitoring dan koordinasi Kewaspadaan Kejadian Alam, seperti banjir dan longsor. Tim ini terdiri dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Batam yang bertugas di seluruh kecamatan wilayah Mainland (daratan).
Seperti diketahui, awal Tahun 2021 ini cuaca ekstrim menyelimuti Kota Batam. Hujan mengguyur Batam sejak Jumat (1/1/2021) hingga Sabtu (2/1/2021). Monitoring dini diperlukan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrim tersebut.
Walikota Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad turun melakukan monitoring dan penanganan lokasi terdampak. Ramah, sapaan Rudi dan Amsakar langsung bergerak berbagi tugas mengunjungi berbagai lokasi untuk mencari solusi penanganan.

Keterangan gambar : Tim Monitoring dan Koordinasi Kewaspadaan kejadian alam. (Foto : istimewa)
Usai memediasi warga dan pengusaha terkait insiden kapal tongkang yang menerjang rumah warga di Tanjung Uma, Walikota Batam Muhammad Rudi meninjau luapan air yang menggenangi Jalan Yos Sudarso sekitar Jalan Layang Laluan Madani. Berangkat dari monitoring ini dan kondisi cuaca, Rudi mengintruksikan kepada Camat, OPD, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Batam dan Direktorat Pengamanan (Ditpam) untuk bersama menangani titik-titik banjir bersama masyarakat.
“Drainase yang ada bersihkan, seperti dari sampah yang menutup saluran. Besok harus mulai bekerja bersama masyarakat juga yang berada di lingkungan masing-masing,” ujar Rudi.
Tidak berhenti di situ, Rudi bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Marlin Agustina Rudi mengunjungi lokasi longsor di Cipta Puri dan Tanjung Riau di Kecamatan Sekupang serta Jalan Raden Patah Kecamatan Lubuk Baja.

Keterangan gambar : Tim Monitoring dan Koordinasi Kewaspadaan kejadian alam. (Foto : istimewa)
Sementara itu, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad menyambangi lokasi terdampak gelombang pasang di Batu Merah Kecamatan Batu Ampar. Setelahnya, Amsakar memantau perkembangan bencana banjir dan penanganan masyarakat yang mengungsi karena perumahannya terendam banjir di Kecamatan Batuaji.
.jpg)
Keterangan gambar : Tim Monitoring dan Koordinasi Kewaspadaan kejadian alam. (Foto : istimewa)
Senada dengan arahan Rudi, Amsakar meminta kepada Camat dan Lurah se- Kota Batam untuk sigap melakukan monitoring dan turba (turun bawah) dengan berkoordinasi dengan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis seperti Dinas Sosial, Damkar, Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (SDA), dan Disperkimtan (Dinas Perumahan, Permukiman Rakyat dan Pertamanan) Kota Batam berkoordinasi intens terkait hal memerlukan evakuasi yang bersifat segera.
“Laporkan setiap perkembangan pimpinan. Untuk hal yang mendesak dan urgen untuk penanganan segera, laporkan kepada saya di kesempatan pertama,” tegasnya.
(ril)

















































