- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Pelaku Usaha Anambas Keluhkan Pengurangan Reefer Container

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang beroperasi di Kabupaten Kepulauan Anambas, mengeluhkan masalah pengurangan Reefer Container yang tersedia di Kapal Tol Laut. Dimana biasanya ada tiga unit Reefer Container yang tersedia di Anambas berkurang menjadi hanya satu unit.
Kabarnya, Dua Reefer Container yang biasanya tersedia di Anambas dialihkan ke Kabupaten Natuna karena telah dipesan oleh pengusaha di sana.
" Saya merasa kecewa dengan pengurangan ini, karena sangat berdampak pada bisnis yang dijalankannya," ucap Ronal Zainuddin salah satu pelaku UMKM di Anambas.
Ronal mengatakan bahwa sebelumnya ada tiga Reefer Container yang tersedia di Anambas dan harus bersaing untuk mendapatkannya.
" Para pengusaha kesulitan menampung hasil usaha mereka karena barang yang masih menumpuk dan tidak dapat dikirim disebabkan pengurangan Reefer Container ini," kata Ronal.
Ronal juga mengungkapkan bahwa informasi ya ia terima menyatakan bahwa pengurangan Reefer Container hanya untuk trip ini saja, dan untuk trip berikutnya kemungkinan besar Kapal Tol Laut akan kembali menyediakan tiga Reefer Container seperti biasanya.
" Dampak dari pengurangan ini tidak hanya dirasakan oleh pengusaha tetapi juga pada masyarakat yang bekerja sebagai nelayan yang ingin menjual hasil tangkapannya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Kepulauan Anambas, Masykur, menyatakan bahwa sebenarnya masalah ini adalah masalah Business to Business bukan Business to Government. Untuk itu nanti pada tanggal 02 Mei 2023 kami akan mengumpulkan semua para pengusaha yang menggunakan Reefer Container untuk diberi penjelasan.
" Kita akan melakukan pertemuan dengan semua pengusaha yang menggunakan Reefer Container, selanjutnya kita akan memberikan Sosialisasi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ungkap Masykur.(Johanda).

















































