- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Pedagang SP I Boleh Jualan Lagi, Ini Kesepakatannya

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Akhirnya ada kesepakatan bersama antara pedagang kaki lima (PKL) di Jembatan Selayang Pandang I dengan pemerintah daerah yang diwakili oleh Satpol PP. Dimana dalam rapat yang dihadiri oleh lintas OPD tersebut dan dihadiri oleh 26 perwakilan PKL di Jembatan SP I.
Kepala Bidang (Kabid) Penegak Produk Hukum Satpol PP Kabupaten Kepulauan Anambas, Richart SE mengatakan, bahwa dalam rapat bersama dengan PKL pihaknya menempuh kesepakatan bersama dimana para pedagang kaki lima di Jembatan SP I sifatnya sementara dan apabila ada relokasi dikemudian hari tidak ada ganti rugi kepada para pedagang kaki lima.
Selain itu pedagang kaki lima juga dilarang melakukan transaksi jual beli lapak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam rapat tersebut juga pedagang menyanggupi memasang lampu hias dilapak masing-masing agar terlihat indah dan mencat lapaknya dan menjaga kebersihan.
"Selain itu, kita dengan pedagang kaki lima juga sepakat bagi yang tidak menempati lapak yang telah disediakan maka dalam 1 bulan akan dialihkan kepada pedagang lainnya. Kita sepakat seminggu setelah rapat para pedagang langsung berjualan, namu kita berikan kelonggaran jika sebulan tidak menempati lapak maka akan dialihkan kepada pedagang lainnya, "ujar Richart SE kepada media ini, Kamis(19/5/2022).
Dalam rapat itu juga disepakati lebar lapak yakni 2 x5 meter dan bagi lapak yang telah dialokasikan kepada pedagang wajib berjualan sesuai dengan kesepakatan bersama.
" Inilah kesepakatan yang kami peroleh secara bersama-sama. Jadi semua pihak wajib melaksanakan sesuai dengan kesepakatan," kata Richart.
Dalam rapat turut hadir, Kabid Perdagangan, Icha Hakim, Andi Marta S.Kom Kabid Koperasi dan Perdagangan Mikro, Disparbudpora diwakili oleh Rama Diana Kabid Promosi Pariwisata dan James Richard A. Mainasse, Fungsional Ahlimuda kepariwisataan dan ekonomi kreatif.
Dari pihak Kelurahan Tarempa diwakili oleh Firdaus Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kelurahan Tarempa. Polres Anambas diwakili Sugito Kanit Lantas Polres Anambas, Herdian Banit Patroli Satlantas Polres Anambas serta diwakili oleh 26 orang pedagang kaki lima. (red )

















































