- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
- Paskah, Jajaran Polsek Bengkong Lakukan Pengamanan Gereja
- Tampung Aspirasi, Polsek Bengkong Audiensi dengan Masyarakat
Pantau Kedatangan OTG, Rudi dan Amsakar Semangati Pasien dan Nakes
Gerak Cepat Putus Penyebaran Covid-19, Pemko Batam Karantina Khusus OTG

Keterangan Gambar : Wali Kota, Muhammad Rudi, melambaikan tangan sembari menyemangati para pasien dan petugas kesehatan dari luar pagar Gedung Safa dan Marwah (gedung tempat karantina), di Asrama Haji Batamcentre, Jumat (28/5/2021) sore.
KORANBATAM.COM - Wali Kota, Muhammad Rudi, bersama Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memantau tibanya pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) di Asrama Haji Batamcentre, Jumat (28/5/2021) sore.
Dari luar pagar Gedung Safa dan Marwah (gedung tempat karantina), keduanya melambaikan tangan sembari menyemangati para pasien dan petugas kesehatan (nakes).
“Semangat ya bapak ibu,” seru Rudi dari kejauhan sembari mengepal tangan tanda semangat. Hal serupa juga dilakukan Amsakar.
Rudi menyebutkan, semua pasien OTG dikumpulkan di Asrama Haji Batam. Hal ini dilakukan dengan harapan agar penanganan lebih mudah dan meminimalisir potensi penularan.
“Saudara-saudara kita tersebut kita rawat di sini,” kata Rudi.
Ia mengatakan, memisahkan OTG seperti ini pernah dilakukan waktu awal kasus Covid-19 di Batam, awal tahun 2020 lalu dan cukup efektif.
“Saya tidak ingin angka Covid-19 tambah terus. OTG, walau kelihatan baik-baik saja tapi dia dapat menularkan (carrier),” terang Rudi.
Maka dari itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengambil keputusan dini tersebut yang pembiayaannya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Batam, dalam hal ini Pemko Batam menanggung biaya konsumsi dan perawatan. Selain itu, sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Rudi mengeluarkan kebijakan penyiapan akomodasi (lokasi karantina) yakni Asrama Haji.
“Kita harus bergerak cepat, makanya kita keluarkan biayanya. Mudah-mudahan niat baik saya, pak wakil dan seluruh tim diijabah oleh Allah, Covid ini kembali melandai sebulan ke depan,” harap dia.
Sementara Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan, paginya Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengumpulkan seluruh Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (kapuskesmas) se-Kota Batam.
Dalam arahan Walikota, kata Amsakar, seluruh kapus diminta untuk segera menindaklanjuti perihal OTG di Batam.
Saat rapat, para kapus menginformasikan keadaan di wilayah mereka masing-masing. Bahkan tim secara khusus membuat grup di media sosial (medsos) sebagai medium komunikasi.
“Selanjutnya kita siapkan bis untuk menjemput saudara-saudara kita tersebut,” imbuhnya.
Amsakar mengatakan, tujuan keduanya hadir melihat langsung kedatangan OTG tersebut untuk memastikan protap dilaksanakan dengan baik untuk pasien maupun para nakes.
“Alhamdulillah semua dilaksanakan dengan baik,” tutupnya.


















































