- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
- Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD di Anambas
- Tolak Intervensi Kampus di Konflik Chapel USU, MUKI Minta Kementerian Turun Tangan
- Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Bobby Nasution Harapkan Beri Pelayanan Maksimal
- Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Tinggi 2 Meter Disita
- Buka Kontes Burung Berkicau, Bobby Nasution Dorong Sumut Jadi Pusat Kicau Mania Nasional
- Peresmian 1.061 KMP Nasional, Bobby Nasution Sebut Koperasi Jadi Penguat Ekonomi Rakyat
- PKK Anambas Tandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip
Orderan Dibatalkan Dispatcher Grab Bandara, Ratusan Driver Online Geruduk Bandara Hang Nadim

Keterangan Gambar : Ratusan driver online roda dua maupun roda empat mendatangi Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Sabtu (23/8/2025). Foto : MELAYUNEWS.COM
Orderan Dibatalkan Dispatcher Grab Bandara, Ratusan Driver Online Geruduk Bandara Hang Nadim
MELAYUNEWS.COM, BATAM – Ratusan driver online roda dua maupun roda empat mendatangi Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Sabtu (23/8/2025). Aksi ini dipicu insiden sehari sebelumnya, ketika seorang dispatcher Grab Area Bandara membatalkan pesanan langsung dari ponsel penumpang, sehingga memicu keresahan driver online batam.
Kepala Bidang Media dan Informasi Aliansi Driver Online Batam (ADOB), Erwinsyah Baharuddin, menegaskan bahwa insiden tersebut dianggap sebagai bentuk arogansi.
“Kawan-kawan mendengar sendiri, orderan pelanggan dibatalkan oleh pihak Grab Bandara dari HP penumpang. Ini jelas melanggar dan merugikan driver. Wajar kalau teman-teman merasa marah dan resah,” tegas Erwin kepada wartawan di lokasi.
Menurut Erwin, sehari sebelum aksi, perwakilan ADOB sudah menemui manajemen Grab Batam untuk meminta penjelasan. Namun, penjelasan yang disampaikan perwakilan Grab justru semakin menimbulkan keresahan.
“Kemarin kawan-kawan sudah datang ke kantor Grab. Perwakilan mereka, saudara Riyo Ahmad, malah menyebut layanan roda dua juga ikut di-lock di area bandara. Padahal setahu kami tidak ada aturan begitu. Pernyataan itu justru bikin situasi semakin panas,” jelasnya.
Para driver yang sudah menunggu selama empat jam di Bandara Hang Nadim mengaku kecewa karena pihak Grab Batam tidak hadir, meski sudah diminta langsung oleh kepolisian setempat.
“Kami tunggu berjam-jam, tapi tidak ada satu pun dari Grab Batam yang datang. Kalau tidak berani mewakili Grab, jangan bekerja di Grab. Itu yang bikin teman-teman semakin kecewa,” kata Erwin dengan nada kesal.
Respons Bandara dan Grab
Situasi sempat menegang, namun tetap terkendali. Bambang Supriyono, VP Services Airport Hang Nadim Batam, bersama pihak Polsek Bandara akhirnya turun menemui massa. Ia berjanji akan membawa persoalan ini ke tingkat pimpinan.
“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan driver karena masih menjaga kondusifitas. Masalah ini akan kami laporkan ke pimpinan, dan dalam waktu dekat kita duduk bersama semua pihak untuk mencari solusi,” ujar Bambang.
Sementara itu, Rahman, selaku dispatcher Grab Bandara yang disebut-sebut membatalkan order penumpang, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Kami mengakui adanya kekeliruan dan memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh rekan driver, baik roda dua maupun roda empat. Kami pastikan kejadian ini tidak terulang lagi,” ucap Rahman.
Tuntutan Aliansi Driver Online Batam
Dalam pertemuan tersebut, ADOB juga menyampaikan beberapa poin evaluasi, antara lain :
1. Kepastian titik jemput resmi untuk layanan roda dua di Bandara Hang Nadim.
2. Transparansi dan prioritas akun transportasi online bandara yang saat ini dinilai tidak adil.
3. Dugaan adanya praktik “permainan akun” oleh oknum tertentu di area bandara.
ADOB meminta tata ulang sistem transportasi online di area Bandara Hang Nadim agar lebih adil, transparan, dan tidak merugikan driver maupun penumpang.
ADOB menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal isu ini hingga ada solusi konkret dari pihak Grab dan pengelola bandara.



















































