- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
- Bupati Tinjau Rencana Pembangunan Kantor Damkar dan BPBD Sibolangit
- Aksi Bersih-bersih Bupati Anambas bersama Ketua PKK di Taman Bermadah
- TNI-Pemkab Bangun Jembatan di Tumpatan Nibung, Sumur Bor di Emplasmen Kualanamu
- Wagub Surya Tawarkan Potensi Investasi Sumut kepada Duta Besar Belgia
- Satu Langkah Satu Kolaborasi, Bobby Nasution Pacu Enam BUMD Sumut Naik Kelas
- Bobby Nasution Pastikan Rumah Korban Puting Beliung di Medan Johor Dibangun Kembali
- UMKM Medan Dikurasi Uniqlo, Airin Waas Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
- Rico Waas: Inovasi Jangan Sekadar Kejar Penghargaan, Harus Berdampak bagi Masyarakat
- Rico Waas Berbaur Bersama Warga di Gebyar Kemerdekaan Medan Kota
Minyak Pertalite Langka, Warga Perbatasan Merana

Keterangan Gambar : Ilustrasi (net)
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Permasalahan bahan bakar minyak Pertalit sampai saat ini masih menjadi kendala di Kabupaten Kepulauan Anambas yang merupakan kabupaten termuda di Kepri. Bahkan masyarakat terancam putus transportasi khususnya bagi pemilik kendaraan bermotor roda dua sebab untuk mengantar anak sekolah dan masuk kerja ke kantor pemerintahan tidak bisa karena pertalite tidak ada.
"Jangankan untuk jalan-jalan, minyak untuk antar anak ke sekolah saja tidak ada. Apalagi kalau nanti kerja, bagaimana ini. Bukan kita malas namun tidak mungkin rasanya jalan kaki pergi kekantor, jaraknya bukan dekat, kita merana kalo begini," kata salahsatu Warga, Wandi kepada media ini, Rabu(10/5/2023).
Dia menambahkan pihak agen berjanji hari Jumat yang lalu bahan bakar pertalite sudah masuk namun ketika ditunggu waktu yang dijanjikan tidak juga ada bahan bakar minyak sehingga saat ini kalaupun harganya naik Rp 20 ribu sampai 25.000 per botol tetap akan dibelinya.
"Kalau misalnya harga perbotol Rp 25 ribu tetap akan saya beli namun masalahnya hingga saat ini saya sudah keliling-keliling cari bahan minyak pertalite tetap juga tidak ada, bagaimana kita nanti untuk mengantar anak sekolah dan bekerja," ujarnya.
Wandi berharap kepada pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas bisa mencarikan solusi agar permasalahan bahan bakar minyak di Kabupaten Anambas bisa tersedia tidak seperti saat ini yang hampir terjadi setiap tahun sehingga permasalahan di masyarakat ini sangat krusial.
"Kita harusnya malu kepada kabupaten-kabupaten yang lain. Mereka aja nggak pernah yang namanya mengeluhkan masalah Pertalit padahal mereka bukan penghasil minyak dan gas. Kita bertahun-tahun selalu mengelukan masalah minyak kan aneh," ujarnya. (red )





































_jpg.jpg)

.jpg)













