- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Medco E&P Natuna Ltd dan Petani Anambas, Membangun Ketahanan Pangan Lokal di Tengah Tantangan

Keterangan Gambar : Hakim, petani asal Desa Batu Ampar, Kecamatan Kute Siantan saat memanen sayuran hasil program Medco E&P Natuna Ltd.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Sayur-mayur kerap menjadi komoditas langka di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Pasalnya, ketersediaan komoditas ini masih bergantung pasokan dari wilayah ibu kota provinsi, yakni Kota Tanjung Pinang.
Apalagi saat musim angin utara tiba, pasokan sayuran terhambat akibat kapal-kapal yang biasa membawa sayuran dan komoditas lain berhenti berlayar.
Menjawab tantangan ini, Medco E&P Natuna Ltd (Medco E&P), Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang beroperasi di bawah pengawasan SKK Migas yang juga mengelola Blok B, sejak 2022, menggulirkan Program Ketahanan Pangan berupa pendampingan budidaya sayur untuk memenuhi kebutuhan pangan di Kepulauan Anambas.
Inisiatif yang merupakan bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) ini diawali dengan pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk berkebun pada tahun 2022 lalu. Bermula dari bekerja sama dengan ibu-ibu penggerak PKK Kecamatan Kute Siantan, program ini kemudian meluas hingga ke Kecematan Palmatak dan Siantan Tengah pada 2023.
Manager Field Relations & Community Enhancement Block B, Kemal Abduhrahman Massi menjelaskan bahwa dengan memanfaatkan lahan pekarangan, warga diajak untuk menanam aneka jenis sayur secara mandiri agar dapat memenuhi kebutuhan sepanjang tahun.
’’Selain bisa meningkatkan konsumsi sayuran, program ini juga bisa menjadi pendapatan tambahan dan membantu perekonomian masyarakat,’’ ungkap Kemal.
’’Bentuk pendampingan yang diberikan berupa pelatihan praktik budidaya pertanian yang baik dan benar sesuai anjuran GAP (Good Agricultural Practices) kepada petani. Topik-topik dalam pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani yang didampingi, meliputi topik penyemaian, pengenalan benih, pengolahan lahan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, keamanan pestisida serta olahan sayuran,’’ papar Kemal.
Selain itu, petani binaan juga mendapat bantuan sarana produksi pertanian, seperti cultivator, pupuk, obat-obatan, benih, alat semprot pupuk, pompa air, jaring dan lainnya. Medco E&P juga memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Tingkatkan Pendapatan Petani
Sejak dimulai pada 2022, sebanyak 200 petani telah merasakan manfaat nyata dari program ini, dengan peningkatan pendapatan mencapai Rp 6 juta per bulan untuk petani kebun. Sedangkan untuk petani pekarangan, hasil panen dikonsumsi rumah tangga dan sisanya dijual dengan pendapatan hingga Rp 700 ribu per bulan.
Tahun ini, jumlah petani yang masih aktif mendapat pembinaan sebanyak 44 orang, terdiri atas 37 petani regular dengan luas kebun mencapai 1.000-2.000 m2 dan 7 petani pekarangan dengan luas mencapai 50-500 m2. Mereka menanam aneka jenis sayuran dan buah, seperti jagung, labu air, terong, oyong, pare, cabai rawit hijau, sawi, pakcoy, seledri, kangkung, kacang panjang, timun, bayam, semangka dan melon.
Hakim, petani Desa Batu Ampar, Kute Siantan telah merasakan manfaat program ini. Dari yang biasanya sering gagal dalam bercocok tanam, saat ini ia pun bisa berhasil dan mendapatkan penghasilan baru lewat berkebun atau bertani.
”Melalui pendampingan program ketahanan pangan Medco E&P, kini saya mendapatkan sumber pendapatan baru dari berkebun. Sebelumnya saya sering gagal dalam bercocok tanam cabai, kini saya sudah berhasil panen jagung, labu air, terong, oyong dan pare. Saat ini saya sedang melakukan penyemaian bibit cabai untuk persiapan tanam,” ungkapnya.
Sementara itu, VP Relations & Security Medco E&P, Arif Rinaldi mengatakan, selain beroperasi untuk berkontribusi pada ketahanan energi dan peningkatan produksi migas, perusahaan juga berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasi.
"Melalui program-program keberlanjutan seperti ini, Medco E&P terus berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat dan mendukung ketahanan pangan nasional,’’ ujar Arif Rinaldi.(johanda).

















































