- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Listrik Sering Padam, Komisi II DPRD Anambas Panggil RDP

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas masalah pelayanan listrik di Palmatak, Senin (14/11/2022).
Pada rapat tersebut hadir sejumlah petinggi dan membahas tentang kondisi yang meresahkan masyarakat tersebut, antara lain yakni, Jasril Jamal, Wakil Ketua Komisi II DPRD KKA Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Camat Palmatak, Camat Siantan Tengah, Camat Siantan Utara dan Kepala PLN.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Anambas, Jasril Jamal mengatakan, adanya rapat dengar pendapat ini untuk membahas seringnya PLN padam di wilayah Palmatak. Bahkan pihaknya mendorong perlunya Corporate Service Responsibility (CSR) untuk penerangan masyarakat.
"Dalam waktu dekat kita akan koordinasi dengan pihak perusahaan bagaiamana CSR bisa dirasakan masyarakat dalam hal penerangan. Sebab penerangan yang ada saat ini masih kurang," kata Jasril, Senin(14/11/2022).
Disela itu Camat Siantan Tengah, Wan Romadi menegaskan, pihak PLN seharusnya memberi pencegahan terjadinya pemadaman listrik. Apalagi PLN sudah tahu bagaimana kondisi mesin hanya satu yang beroperasi.
" Pihak PLN tau dengan kondisi mesin yang saat ini tidak mampu karena adanya kerusakan satu Unit mesin pembangkit tenaga listrik. Mereka harus memikirkan bagaimana caranya agar listrik tidak padam dan harus dicarikan solusinya," ujarnya.
Sementara Kepala Desa Putik, Azman Aryadi menjelaskan, bahwa sampai detik ini pihak PLN tidah mau jujur, bahwa PLN di Rayon Palmatak itu masih kurang dalam pelayanan listrik kepada masyarakat.
"Maka kami siap untuk bekerja sama, agar masalah listrik yang tahun ketahun masih itu-itu saja masalahnya,"katanya.
Selain itu beberapa kepala desa termasuk kepala desa Langir Hendrison mengungkapkan, pihak pekerja lapangan PLN Pulau Palmatak tidak serius dalam memberikan pelayanan. Hal itu terlihat saat adanya kejadian pohon tumbang, mereka hanya menggunakan sebilah parang untuk memotong pohon.
"Mereka belum bisa memberikan tanggung jawab yang benar dalam bekerja atau memang pihak PLN tidak menyiapkan alat untuk menangkal ketika ada bencana pohon tumbang di lapangan,"pungkasnya.
Manager PLN Rayon Anambas, Deddi Martin mengatakan, pemadaman PLN ada dua kemungkinan, yang pertama pemadaman terencana dan tidak terencana.
"Di akibatkan ada kerusakan pada mesin yang membuat pembangkit aliran listrik tidak stabil, ada juga di akibatkan bencana alam yang membuat kerusakan pada jaringan tersebut," ungkapnya.
Dia juga mengakui jika PLN memiliki kendala di karenakan salahsatu mengalami gangguan dan tidak bisa beroperasi. Sementara mesin satu lagi tidak kuat jika secara terus-menerus hidup.
" Mesin tidak kuat kalau secara terus menerus hidup sementara mesin yang satu ada gangguan, ini lah penyebab terjadinya pemadaman," ujarnya. (red)

















































