- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Limbah Minyak Hitam Cemari Pantai Nongsa

Keterangan Gambar : Limbah minyak hitam diduga B3 mencemari pantai laut Nongsa, Rabu(3/5/).(ist)
MELAYUNEWS.COM, BATAM - Polisi menduga limbah minyak hitam yang mencemari pantai Kampung Melayu, Batu Besar, Nongsa, Kota Batam berasal kapal yang terbakar di perairan Malaysia. Kapal itu diketahui terbakar pada Senin (1/5) lalu.
"Diduga limbah B3 cair tersebut sementara berasal dari kejadian dua hari yang lalu yaitu Senin(1/5) telah terjadi kebakaran di perairan Malaysia, Kapal MT PABLO berbendera Gabon rute China-Singapura," kata Kombes Nasriadi, dilansir detiksumut, Rabu (3/5/2023).
Nasriadi mengatakan Bahwa informasi yang diterima pihaknya dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam bahwa, dilihat dari hasil Satelit Print pada tanggal 30 April 2023 ada tiga lokasi tumpahan minyak yg berada di OPL (outer port limit) timur dengan luasan estimasi tumpah 13,70 km.
"Menurut perkiraan kejadian cemaran di garis Pantai Kampung Melayu ini, punya hubungan dengan tumpahan yang terjadi di OPL timur juga," ujarnya.
Tidak hanya di sana, diduga limbah minyak hitam tersebut ada juga ditemukan di daerah Labuh Jangkar Perairan Batu Ampar dan Tanjung Uncang, Kota Batam. Ditreskrimsus juga telah berkoordinasi KSOP dan DLH untuk melakukan penanggulangan sementara dan mencari tahu asal usul limbah tersebut.
"Tadi dari pihak KSOP melakukan penanggulangan sementara dengan menggunakan alat Absorbent Pad yang tujuannya untuk menyerap tumpahan minyak," ucapnya.(detik.com /red)


















































