- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
Limbah Minyak Hitam Cemari Pantai Nongsa

Keterangan Gambar : Limbah minyak hitam diduga B3 mencemari pantai laut Nongsa, Rabu(3/5/).(ist)
MELAYUNEWS.COM, BATAM - Polisi menduga limbah minyak hitam yang mencemari pantai Kampung Melayu, Batu Besar, Nongsa, Kota Batam berasal kapal yang terbakar di perairan Malaysia. Kapal itu diketahui terbakar pada Senin (1/5) lalu.
"Diduga limbah B3 cair tersebut sementara berasal dari kejadian dua hari yang lalu yaitu Senin(1/5) telah terjadi kebakaran di perairan Malaysia, Kapal MT PABLO berbendera Gabon rute China-Singapura," kata Kombes Nasriadi, dilansir detiksumut, Rabu (3/5/2023).
Nasriadi mengatakan Bahwa informasi yang diterima pihaknya dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam bahwa, dilihat dari hasil Satelit Print pada tanggal 30 April 2023 ada tiga lokasi tumpahan minyak yg berada di OPL (outer port limit) timur dengan luasan estimasi tumpah 13,70 km.
"Menurut perkiraan kejadian cemaran di garis Pantai Kampung Melayu ini, punya hubungan dengan tumpahan yang terjadi di OPL timur juga," ujarnya.
Tidak hanya di sana, diduga limbah minyak hitam tersebut ada juga ditemukan di daerah Labuh Jangkar Perairan Batu Ampar dan Tanjung Uncang, Kota Batam. Ditreskrimsus juga telah berkoordinasi KSOP dan DLH untuk melakukan penanggulangan sementara dan mencari tahu asal usul limbah tersebut.
"Tadi dari pihak KSOP melakukan penanggulangan sementara dengan menggunakan alat Absorbent Pad yang tujuannya untuk menyerap tumpahan minyak," ucapnya.(detik.com /red)
















































