- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- Viral Video Pesta Narkoboy di Bosar Maligas, Polda Sumut Respon Akan Buru Pelaku
- Wali Kota Medan Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia
- Perkuat Pemberantasan Narkoba, Bobby Nasution Ajak Polda Sumut Rumuskan Perda Khusus
- Intervensi TPID Sumut Tekan Harga Cabai Merah Jadi Rp55.000, Ayam Potong Rp35.000/Kg
- Wali Kota Medan Buka Pekan Budaya Medan 2026
- Biznet Perluas Jaringan di Sumut, Targetkan 45 Ribu Pelanggan pada Akhir 2026
- Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Sejumlah Bagian Masih Perlu Dibenahi
- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
Kunjungi Hutan Batu Tabir, Bupati Anambas Minta Jaga Kelestarian Hutan

Keterangan Gambar : Bupati Kepulauan Anambas, Aneng bersama rombongan saat memasuki hutan Batu Tabir.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kunjungi lokasi tumbuhnya bunga Raflesia di hutan Batu Tabir, Aneng berpesan agar semua masyarakat dan pengunjung untuk menjaga kelestarian Raflesia jenis Hasseltii tersebut.
Menurut Aneng menjaga kelestarian salah satu bunga terlangka itu perlu, karena itu menjadi salah satu daya tarik bagi para pengunjung.
"Tolong bagi kita yang berkunjung, agar sama sama menjaga, jangan merusak," pesan Aneng dihadapan rombongan pengunjung, Minggu (21/12/2025)
Selain menjadi objek wisata bagi warga lokal, hutan Batu Tabir juga kerap dikunjungi oleh orang dari luar kepulauan Anambas yang ingin mengabadikan moment saat bunga yang berasal dari parasit tersebut mekar.
"Minggu lalu ada juga rombongan dari luar yang datang untuk melihat bunganya saat mekar" ujar Satria, salah satu pemandu jalan.
Ia menceritakan, lokasi ditemukannya bunga Raflesia itu pernah juga dikunjungi oleh mahasiswa/mahasiswi dari salah satu universitas ternama di Indonesia.
"Pernah juga mahasiswa mahasiswi dari luar Anambas datang ke sini" ujarnya.
Sementara, data yang tercatat di Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Anambas, Institut Pertanian Bogor bersama KPH Anambas melakukan penelitian pada tanggal 3 November 2024.
Setelah mendokumentasikan bakal bunga Raflesia itu, Bupati beserta rombongan bergegas balik. Terlihat kekecewaan di wajah sebagian besar rombongan, karena belum bisa mengabadikan momen berfoto dengan Raflesia yang sedang mekar. (ferengki)



































_jpg.jpg)
















