- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Kunjungi Hutan Batu Tabir, Bupati Anambas Minta Jaga Kelestarian Hutan

Keterangan Gambar : Bupati Kepulauan Anambas, Aneng bersama rombongan saat memasuki hutan Batu Tabir.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kunjungi lokasi tumbuhnya bunga Raflesia di hutan Batu Tabir, Aneng berpesan agar semua masyarakat dan pengunjung untuk menjaga kelestarian Raflesia jenis Hasseltii tersebut.
Menurut Aneng menjaga kelestarian salah satu bunga terlangka itu perlu, karena itu menjadi salah satu daya tarik bagi para pengunjung.
"Tolong bagi kita yang berkunjung, agar sama sama menjaga, jangan merusak," pesan Aneng dihadapan rombongan pengunjung, Minggu (21/12/2025)
Selain menjadi objek wisata bagi warga lokal, hutan Batu Tabir juga kerap dikunjungi oleh orang dari luar kepulauan Anambas yang ingin mengabadikan moment saat bunga yang berasal dari parasit tersebut mekar.
"Minggu lalu ada juga rombongan dari luar yang datang untuk melihat bunganya saat mekar" ujar Satria, salah satu pemandu jalan.
Ia menceritakan, lokasi ditemukannya bunga Raflesia itu pernah juga dikunjungi oleh mahasiswa/mahasiswi dari salah satu universitas ternama di Indonesia.
"Pernah juga mahasiswa mahasiswi dari luar Anambas datang ke sini" ujarnya.
Sementara, data yang tercatat di Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Anambas, Institut Pertanian Bogor bersama KPH Anambas melakukan penelitian pada tanggal 3 November 2024.
Setelah mendokumentasikan bakal bunga Raflesia itu, Bupati beserta rombongan bergegas balik. Terlihat kekecewaan di wajah sebagian besar rombongan, karena belum bisa mengabadikan momen berfoto dengan Raflesia yang sedang mekar. (ferengki)


















































