- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Konsolidasi Media Siber, SMSI Kepri Serahkan SK Kepengurusan SMSI Natuna

BATAM – Doni Papilius resmi memimpin Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Natuna setelah menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari SMSI Provinsi Kepulauan Riau.
Penyerahan SK tersebut dilakukan pada Senin (26/1/2026), sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi SMSI di wilayah Kepulauan Riau.
Sebelumnya, SMSI Kepulauan Riau telah menerbitkan SK kepengurusan SMSI Kota Batam dan SMSI Kabupaten Bintan.
Dengan terbentuknya SMSI Kabupaten Natuna, konsolidasi perusahaan pers siber di wilayah perbatasan Kepri diharapkan semakin solid dan terarah.
Ketua SMSI Provinsi Kepulauan Riau, Rinaldi Samjaya, menegaskan pentingnya pendataan ulang perusahaan pers yang tergabung sebagai anggota SMSI.
Langkah tersebut dinilai krusial guna memastikan setiap anggota merupakan perusahaan pers yang aktif, profesional, serta memenuhi standar sesuai Undang-Undang Pers.
“Pendataan ulang ini penting agar SMSI diisi oleh perusahaan pers yang benar-benar aktif dan profesional. Kita ingin organisasi ini kuat secara administrasi sekaligus berkualitas,” ujar Rinaldi.
Rinaldi juga menyoroti tantangan besar yang tengah dihadapi industri media, khususnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), digitalisasi, dan derasnya arus informasi di media sosial.
“Media siber harus mampu beradaptasi dengan AI dan perkembangan digital, namun tetap menjunjung tinggi verifikasi, independensi, dan etika jurnalistik. Kecepatan tidak boleh mengalahkan kebenaran,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua SMSI Kabupaten Natuna, Doni Papilius, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan SMSI Natuna sebagai wadah pemersatu perusahaan pers siber lokal yang profesional dan bertanggung jawab.
“Kami siap menjalankan amanah ini dengan membangun soliditas antar perusahaan pers di Natuna. SMSI harus menjadi rumah bersama untuk meningkatkan kualitas jurnalistik serta menjaga marwah pers yang sehat dan independen,” kata Doni.
Doni juga menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung penuh program SMSI Provinsi Kepulauan Riau, termasuk pendataan ulang anggota dan penguatan kapasitas media di daerah.
“Kami akan segera melakukan konsolidasi internal, mendata ulang anggota, serta mendorong media di Natuna agar mampu beradaptasi dengan era digital dan teknologi AI tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik,” tambahnya.
Dengan kepengurusan baru ini, SMSI Kabupaten Natuna diharapkan mampu berperan aktif dalam menciptakan ekosistem pers yang profesional, berdaya saing, serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan literasi informasi masyarakat.(red).

















































