Kondisi Jalan Haji Muhammad Siantan Rusak, Dinas PU Anambas Akan Rehabilitasi di Tahun 2025
Reporter : MELAYUNEWS.COM 28 Nov 2024, 21:30:07 WIB ANAMBAS
Kondisi Jalan Haji Muhammad Siantan Rusak, Dinas PU Anambas Akan Rehabilitasi di Tahun 2025

Keterangan Gambar : Kondisi Jalan Haji Muhammad Siantan yang Retak dan Amblas.


MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kondisi jalan di Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan tepatnya Jalan Haji Muhammad Siantan saat ini mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Pantauan MELAYUNEWS.COM, jalan tersebut mengalami keretakan sekira satu meter lebih dan amblas sekira 15 Cm serta tanah di bawah jalan itu pun terlihat kosong. Saat ini di jalan tersebut telah dipasang safety cone untuk memberikan rambu-rambu kepada pengguna jalan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRPRKP Anambas, Amiruddin, S.I.P., mengatakan bahwa pihaknya telah mendapat kabar tentang jalan rusak itu dari Dishub LH pada tanggal 21 November 2024 lalu.

"Jadi saat ini penanganannya kita koordinasikan dengan Dishub untuk dipasang safety cone. Ini sudah kita bahas, mungkin di tahun 2025 baru kita kerjakan," ucapnya saat dikonfirmasi di Ruang Kerjanya, Kamis (28/11/2024).

Amiruddin menjelaskan bahwa jalan rusak yang merupakan ruas jalan kabupaten itu dibangun pada tahun 2016 dan pihaknya juga sudah pernah mengusulkan untuk melakukan rehabilitasi pada tahun 2023 dan menawarkan kepada rekanan (PT. AMP) dengan anggaran Rp. 2 Milliar. Namun pihak rekanan tidak mampu mengerjakan jalan tersebut dengan nominal angggaran itu.

"Jadi di tahun 2023 itu sudah pernah dianggarkan untuk pelaksanaan rekonstruksinya dengan anggaran Rp. 2 Milliar. Namun pihak rekanan tidak mampu mengerjakannya jika dengan anggaran segitu," sebutnya.

Untuk itu, Amiruddin pun mengusulkan di tahun 2025 untuk anggaran perbaikan jalan tersebut sebesar Rp.6 Milliar namun yang disetujui pagu anggarannya hanya Rp.2,8 Milliar.

"Kita mengusulkan Rp.6 Milliar tapi yang disetujui hanya Rp.2,8 Milliar pagu anggarannya," ujarnya.

Menurutnya, rusaknya jalan itu dikarenakan lokasi jalan yang berbatuan dan juga keterbatasan alat sehingga pembangunannya kurang maksimal.

"Itu daerah kan berbatuan, mungkin dulu saat pembuatan jalan itu tidak maksimal pembuatannya karena keterbatasan alat," pungkasnya.(johanda) 





Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

;