- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Kondisi Jalan Haji Muhammad Siantan Rusak, Dinas PU Anambas Akan Rehabilitasi di Tahun 2025

Keterangan Gambar : Kondisi Jalan Haji Muhammad Siantan yang Retak dan Amblas.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kondisi jalan di Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan tepatnya Jalan Haji Muhammad Siantan saat ini mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Pantauan MELAYUNEWS.COM, jalan tersebut mengalami keretakan sekira satu meter lebih dan amblas sekira 15 Cm serta tanah di bawah jalan itu pun terlihat kosong. Saat ini di jalan tersebut telah dipasang safety cone untuk memberikan rambu-rambu kepada pengguna jalan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRPRKP Anambas, Amiruddin, S.I.P., mengatakan bahwa pihaknya telah mendapat kabar tentang jalan rusak itu dari Dishub LH pada tanggal 21 November 2024 lalu.
"Jadi saat ini penanganannya kita koordinasikan dengan Dishub untuk dipasang safety cone. Ini sudah kita bahas, mungkin di tahun 2025 baru kita kerjakan," ucapnya saat dikonfirmasi di Ruang Kerjanya, Kamis (28/11/2024).
Amiruddin menjelaskan bahwa jalan rusak yang merupakan ruas jalan kabupaten itu dibangun pada tahun 2016 dan pihaknya juga sudah pernah mengusulkan untuk melakukan rehabilitasi pada tahun 2023 dan menawarkan kepada rekanan (PT. AMP) dengan anggaran Rp. 2 Milliar. Namun pihak rekanan tidak mampu mengerjakan jalan tersebut dengan nominal angggaran itu.
"Jadi di tahun 2023 itu sudah pernah dianggarkan untuk pelaksanaan rekonstruksinya dengan anggaran Rp. 2 Milliar. Namun pihak rekanan tidak mampu mengerjakannya jika dengan anggaran segitu," sebutnya.
Untuk itu, Amiruddin pun mengusulkan di tahun 2025 untuk anggaran perbaikan jalan tersebut sebesar Rp.6 Milliar namun yang disetujui pagu anggarannya hanya Rp.2,8 Milliar.
"Kita mengusulkan Rp.6 Milliar tapi yang disetujui hanya Rp.2,8 Milliar pagu anggarannya," ujarnya.
Menurutnya, rusaknya jalan itu dikarenakan lokasi jalan yang berbatuan dan juga keterbatasan alat sehingga pembangunannya kurang maksimal.
"Itu daerah kan berbatuan, mungkin dulu saat pembuatan jalan itu tidak maksimal pembuatannya karena keterbatasan alat," pungkasnya.(johanda)

















































