- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Kelangkaan BBM Jenis Pertalite, Pemkab Anambas Gelar Rakor

Keterangan Gambar : Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Yohanes Maria Vianey Sawu
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Terkait isu kelangkaan BBM jenis Pertalite di Kabupaten Kepulauan Anambas, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas mengadakan Rapat Koordinasi Kelangkaan BBM Khusus Pertalite di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas pada Senin, 29 Mei 2023.
Rapat Koordinasi tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepuluan Anambas, Sahtiar SH, MM dan dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dandim 0318 Natuna, Kapolsek Siantan, Inspektur Daerah, Kepala Dishub LH, Kepala DKUMPP, Kepala Satpol PP, Kabag Perekonomian dan SDA, Kabid Perdagangan DKUMPP, Pejabat Fungsional Analisis Kebijakan SDA, Pejabat Fungsional Analisis Kebijakan Dalam Negeri/Pengawas BBM, Penyalur BBM (Kurdinata) di Tanjung Momong, Penyalur BBM (Kamarudin) di Air Sena, serta 6 (Enam) utusan para pengecer BBM wilayah Tarempa dan Tarempa Selatan.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Yohanes Maria Vianey Sawu mengatakan bahwa sebenarnya BBM itu tidak langka tetapi akibat dari isu kelangkaan BBM ini, membuat masyarakat panik dan akhirnya berbondong-bondong membeli BBM dengan sepeda motor dan juga membeli dengan menggunakan botol, makanya BBM dipenyalur itu habis akibat masyarakat yang membeli dan disimpan untuk stok.
" Karena ketakutan masyarakat soal kelangkaan BBM, jadinya masyarakat menyimpan BBM tersebut makanya di penyalur itu habis," ucap Yohanes usai melaksanakan Rakor.
Yohanes juga mengatakan bahwa ada peraturan dari Kepala BPH Migas nomor 6 tahun 2015 tentang sub penyalur tetapi setelah dilakukan kordinasi dengan pihak BPH Migas dan Pertamina mereka mengatakan hal itu sedang di Moratorium, mereka lebih mengutamakan pembangunan SPBU satu harga.
" Pembangunan SPBU satu harga itu investasinya besar sementara Anambas adalah kepulauan kecil sehingga cukup sulit untuk dilaksanakan," ujarnya.(Johanda)

















































