- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Kekerasan Seksual Terhadap Anak Menonjol di Anambas Sepanjang 2025

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Pelecehan seksual terhadap anak salah satu kasus yang tertinggi yang berhasil diungkap oleh Polres kepulauan Anambas sepanjang tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan Kapolres kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung dalam press release akhir tahun. Ia memaparkan segala pencapaian dan program program yang sudah berjalan.
"Sepanjang tahun 2025 ini kami berhasil menangani atau mengungkap pencabulan terhadap anak sebanyak 13 kasus" terang I Gusti
I Gusti juga menjelaskan, faktor penyebab terjadinya kasus pelecehan atau pencabulan terhadap anak dibawah umur.
"Faktor penyebab yang kita temui, internal (pelaku) mengalami gangguan psikologis atau riwayat trauma, dan faktor eksternal (lingkungan) yang meliputi kemiskinan, kurang perhatian orangtua, norma sosial yang permisif, lemahnya kontrol sosial dan hukum" jelas I Gusti.
Lebih lanjut ia menerangkan, selain beberapa faktor diatas, anak yang lemah dan lugu kerap menjadi sasaran predator anak.
Untuk itu pihaknya saat ini gencar melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap anak dan orangtua.
"Untuk pencegahan, kita lakukan sosialisasi dan edukasi terhadap anak dan orangtua serta melakukan penegakan hukum untuk memberikan efek jera terhadap pelaku" turrnya.
Ia juga berharap, awak media dapat berperan aktif guna menekan kasus pelecehan dan perbuatan cabul terhadap anak di Anambas.(ferengki)

















































