- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Kapolsek Siantan Angkat Bicara terkait Penemuan Mayat di Desa Tarempa Selatan

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kapolsek Siantan, Iptu Sutomo angkat bicara setelah gegernya penemuan mayat di Area Kebun Gunung Kromong, Jalan Meranti, Desa Tarempa Selatan pada Rabu, 30 Oktober 2024.
Iptu Sutomo mengatakan bahwa setelah dilakukan identifikasi, diketahui bahwa mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki, merupakan seorang warga Desa Tarempa Selatan yang bernama Sapril (52).
Mayat tersebut ditemukan dalam posisi telungkup dan ada luka gores pada wajah dan kaki bagian lutut seperti terjatuh serta lidah dalam keadaan tergigit.
"Korban ditemukan tadi dalam posisi telungkup. Luka gores pada bagian wajah dan kakinya dan lidah dalam keadaan tergigit. Mungkin dia kesakitan atau gimana karena ada obat promag juga di dalam tas korban," ucap Iptu Sutomo.
Iptu Sutomo juga menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari istri korban, sekira pukul 07.30 WIB korban ini berangkat dari rumah untuk pergi ke kebun miliknya.
"Sebelum berangkat ke kebun, korban ini sempat mengantarkan istrinya ke Pasar Tarempa untuk belanja kebutuhan toko ataupun warung sayuran miliknya," terang Iptu Sutomo.
Dari pihak keluarga korban terutama istrinya tidak mau melakukan visum ataupun otopsi ke rumah sakit. Maka dari itu, Iptu Sutomo pun menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk kemudian akan dibuatkan surat pernyataan bahwa keluarga tidak mau divisum.
"Jadi kami dari Tim Inafis identifikasi Polres Kepulauan Anambas sudah datang, karena keluarganya keberatan untuk dilakukan visum, ya kami menyerahkan jenazah ke pihak keluarga. Nanti kami akan buatkan surat pernyataan bahwasanya tidak mau divisum," ujar Iptu Sutomo. (Johanda).

















































