- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
- Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD di Anambas
- Tolak Intervensi Kampus di Konflik Chapel USU, MUKI Minta Kementerian Turun Tangan
- Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Bobby Nasution Harapkan Beri Pelayanan Maksimal
- Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Tinggi 2 Meter Disita
Kapolsek Siantan Angkat Bicara terkait Penemuan Mayat di Desa Tarempa Selatan

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kapolsek Siantan, Iptu Sutomo angkat bicara setelah gegernya penemuan mayat di Area Kebun Gunung Kromong, Jalan Meranti, Desa Tarempa Selatan pada Rabu, 30 Oktober 2024.
Iptu Sutomo mengatakan bahwa setelah dilakukan identifikasi, diketahui bahwa mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki, merupakan seorang warga Desa Tarempa Selatan yang bernama Sapril (52).
Mayat tersebut ditemukan dalam posisi telungkup dan ada luka gores pada wajah dan kaki bagian lutut seperti terjatuh serta lidah dalam keadaan tergigit.
"Korban ditemukan tadi dalam posisi telungkup. Luka gores pada bagian wajah dan kakinya dan lidah dalam keadaan tergigit. Mungkin dia kesakitan atau gimana karena ada obat promag juga di dalam tas korban," ucap Iptu Sutomo.
Iptu Sutomo juga menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari istri korban, sekira pukul 07.30 WIB korban ini berangkat dari rumah untuk pergi ke kebun miliknya.
"Sebelum berangkat ke kebun, korban ini sempat mengantarkan istrinya ke Pasar Tarempa untuk belanja kebutuhan toko ataupun warung sayuran miliknya," terang Iptu Sutomo.
Dari pihak keluarga korban terutama istrinya tidak mau melakukan visum ataupun otopsi ke rumah sakit. Maka dari itu, Iptu Sutomo pun menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk kemudian akan dibuatkan surat pernyataan bahwa keluarga tidak mau divisum.
"Jadi kami dari Tim Inafis identifikasi Polres Kepulauan Anambas sudah datang, karena keluarganya keberatan untuk dilakukan visum, ya kami menyerahkan jenazah ke pihak keluarga. Nanti kami akan buatkan surat pernyataan bahwasanya tidak mau divisum," ujar Iptu Sutomo. (Johanda).



















































