- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Kapolres Anambas Ingatkan Masyarakat Waspada Angin Kencang Dan Gelombang Tinggi

Keterangan Gambar : Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H., kembali mengeluarkan himbauan kepada masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas agar meningkatkan kewaspadaan menyusul terjadinya angin kencang disertai gelombang tinggi di perairan Anambas, Minggu (12/01/2025).
AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H., meminta kepada seluruh masyarakat Anambas agar tetap selalu waspada karena potensi angin kencang untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas sedang terjadi.
"Saya minta untuk masyarakat khususnya yang tinggal di pesisir pantai agar selalu waspada, sekarang angin lagi kencang dan gelombang air laut juga lagi tinggi, " ujar Kapolres.
Imbauan ini disampaikan Kapolres Kepulauan Anambas, mengingat potensi angin kencang yang sedang terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas, sesuai dengan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarempa.
Kapolres Kepulauan Anambas juga mengingatkan masyarakat mengenai dampak lain dari angin kencang ini, yaitu tinggi gelombang laut yang bisa mempengaruhi aktivitas transportasi laut.
"Tinggi gelombang akibat angin ini bisa mencapai 2,5 sampai 4 meter, masyarakat maupun nelayan yang ingin melakukan perjalanan laut sebaiknya menunda perjalanan hingga kondisi kembali normal," ucap Kapolres
Bagi masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah, terutama di dekat pepohonan besar atau wilayah pesisir, diharapkan untuk terus memantau informasi dari pihak berwenang dan siap mengambil tindakan pencegahan.
Selain itu, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H., juga meminta kepada masyarakat untuk tidak meremehkan situasi ini dan selalu waspada demi keselamatan bersama.
"Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat merupakan kunci utama dalam mengurangi risiko dan dampak buruk dari bencana alam," pungkasnya.(johanda).

















































