- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
Kampung Tangguh Narkoba Ide Cerdas Kapolri, Anggota Komisi III DPR: Langkah Nyata Polisi Perangi Narkotika

Keterangan Gambar : Anggota Komisi III DPR, Supriansa. Foto/ist
KORANBATAM.COM - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) merespon positif pembentukan kampung tangguh narkoba yang digagas Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, terkait maraknya peredaran Narkotika di Indonesia.
Anggota Komisi III DPR, Supriansa, menilai, pembentukan Kampung Tangguh Narkoba merupakan ide cerdas Kapolri sebagai benteng pertahanan untuk menjaga masyarakat dari bahaya narkoba.
“Kami dari Farksi Golkar sangat mengapresiasi ide cerdas Bapak Kapolri untuk membuat pertahanan yang kuat guna mencegah peredaran gelap narkoba di tengah-tengah masyarakat yang diberi nama Kampung Tangguh Narkoba,” kata Supriansa, Selasa (15/6/2021).
Menurutnya, narkoba memang sudah sangat merusak dan mengkawatirkan, karena menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat terutama generasi penerus bangsa. Bahkan, pemerintah secara nyata telah menyatakan perang terhadap narkoba.
“Itu artinya seluruh kekuatan bangsa harus kita keluarkan, untuk melawan peredaran gelap narkoba,” ujarnya.
Hal senada juga diungkap Anggota Komisi III DPR lainnya, Santoso. Politikus Partai Demokrat ini setuju dengan pembentukan kampung tangguh narkoba sebagai langkah nyata pihak kepolisian berperang melawan narkoba.
“Sangat setuju, narkoba musuh bangsa. Jangan hanya slogan saja, tapi harus dibuktikan dengan aksi yang nyata, salah satunya pembentukan kampung tangguh narkoba di seluruh Indonesia,” kata Santoso.
Saat ini, kata dia, peredaran narkoba semakin mengkhawatirkan bahkan kronis. Hampir di semua daerah sudah dimasuki oleh narkoba.
“Bukan hanya di kota besar saja, narkoba sudah masuk ke kampung-kampung. Karena itu pemberantasan harus masif dan sinergis antara penegak hukum dan masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, Kapolri, Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengintruksikan kepada seluruh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) untuk membentuk kampung tangguh narkoba di wilayah masing-masing.
Kampung ini bisa dibentuk pemerintah daerah (Pemda), tokoh agama, tokoh masyarakat serta stakeholder terkait lainnya. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi dini peredaran narkoba di area tempat tinggal. Dengan begitu sistem pencegahan bisa dimaksimalkan.
“Terhadap peredaran yang ada segera bisa diinformasikan sehingga kemudian kita bisa tangkap, dengan harapan memiliki daya cegah dan daya tangkal,” kata Kapolri usai mereles pengungkapan kasus sabu seberat 1,1 ton di Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, Senin (14/6/2021).
















































