- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Jelang Idhul Adha, Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan Cek Kesehatan Hewan Kurban

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan (DPPP) Kabupaten Kepulauan Anambas, Rovaniyadi bersama pihak karantina foto bersama usai cek kesehatan hewan ternak, Jumat (12/5/2023).
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Menjelang hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah/2023, Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan (DPPP) Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan pemeriksaan ketersediaan hewan kurban.
Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan (DPPP) Kabupaten Kepulauan Anambas, Rovaniyadi mengatakan, untuk ketersediaan hewan kurban tahun ini diperkirakan akan meningkat sekitar 5% dibandingkan tahun 2022 lalu dan untuk ketersediaan tahun ini masih terpenuhi.
" Untuk sumber hewan kurban di Anambas ini masih cukup, karena di Anambas sendiri mempunyai dua peternakan sapi yaitu di Kecamatan Palmatak dan Jemaja Timur," kata Rovaniyadi saat diwawancarai oleh awak media di Jl. Tanjung Momong, Desa Tarempa Timur, Jumat (12/05/2023).
Dia menjelaskan, meskipun hewan kurban di Anambas ini dalam kategori cukup, namun tidak menutup kemungkinan akan ada juga hewan kurban dari luar daerah yang akan masuk ke Anambas, tentunya hewan kurban tersebut harus berasal dari daerah yang zonanya hijau dan akan dilakukan pemeriksaan kesehatan fisiknya lalu dikarantina selama 14 hari.
" Seperti tadi ada juga hewan kurban yaitu sapi yang datang dari Natuna. Setelah di cek kondisi kesehatan fisiknya oleh pihak karantina, Alhamdulillah hewan kurban tersebut sehat dan tidak ada gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PKM)," jelasnya.
Dia juga menyebutkan, bahwa Anambas juga sudah mengirimkan Sapi keluar daerah karena sudah memenuhi syarat lalu lintas pengiriman, dimana zonanya harus hijau.
" Kita juga sudah mengirimkan hewan kurban yaitu sapi sebanyak 67 ekor ke Tanjung Pinang dan Bintan," ungkapnya.
Dia menambahkan, bahwa kebutuhan Anambas untuk hewan kurban diprediksi akan meningkat dibanding tahun 2022 lalu, dimana sebelumnya 330 ekor akan menjadi sekitar 340 ekor di tahun 2023 ini.
" Tahun lalu ada 330 ekor sapi dan tahun ini ada penambahan 10 ekor menjadi 340 ekor," tutur Rovaniyadi. (Johanda).

















































