- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
- Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD di Anambas
- Tolak Intervensi Kampus di Konflik Chapel USU, MUKI Minta Kementerian Turun Tangan
- Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Bobby Nasution Harapkan Beri Pelayanan Maksimal
- Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi! 40 Batang Tinggi 2 Meter Disita
- Buka Kontes Burung Berkicau, Bobby Nasution Dorong Sumut Jadi Pusat Kicau Mania Nasional
- Peresmian 1.061 KMP Nasional, Bobby Nasution Sebut Koperasi Jadi Penguat Ekonomi Rakyat
Guru Honorer K2 Bisa Ikuti Tiga Kali Seleksi PPPK

Keterangan Gambar : Kepala BKN Bima Haria Wibisana menjelaskan soal seleksi PPPK 2021. Foto/arsip JPNN.com/Ricardo
KORANBATAM.COM - Ini peringatan sekaligus kabar gembira bagi para guru honorer Katagori 2 (K2) maupun nonkategori yang akan mengikuti rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021. Rekrutmen yang rencananya dimulai Mei mendatang ini memberikan kesempatan tiga kali seleksi bagi guru honorer.
Artinya, kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, bila seleksi pertama guru honorer gagal atau tidak lulus, bisa ikut tes kedua. Gagal lagi seleksi kedua, bisa lanjut ke tes ketiga.
“Jadi tahun ini (2021), ada tiga kali seleksi khusus guru PPPK. Mekanismenya memang khusus dibandingkan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS dan PPPK di luar guru yang hanya sekali seleksi,” terang Bima Haria, seperti dilansir JPNN.com, Senin (8/3/2021).
Dia menegaskan, pemerintah memberikan afirmasi (penetapan yang positif, sebuah penegasan, serta peneguhan) kepada guru-guru honorer. Salah satu afirmasinya adalah seleksi yang digelar tiga kali dalam tahun ini.
Bahkan, agar guru-guru honorer ini banyak yang lulus passing grade, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan fasilitas belajar bagi mereka. Itu sebabnya, para guru honorer harus memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya.
Walaupun dalam seleksi guru PPPK ini ada empat kriteria yang bisa ikut tes, yaitu guru honorer K2 yang masuk data base BKN, guru honorer yang punya sertifikat pendidik (serdik) dan terdaftar di Data Pokok Peserta Didik (Dapodik) Kemendikbud, guru honorer yang tidak punya serdik dan masuk Dapodik, serta lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang belum pernah mengajar, tetapi tidak semuanya bisa ikut tiga kali seleksi.
“Yang punya kesempatan tiga kali ikut seleksi hanya guru honorer yang ada dalam database BKN maupun Dapodik. Yang tidak masuk dalam database, ya hanya sekali tes,” jelasnya.
Lantas bagaimana bila dalam tiga kali seleksi ini guru honorer tidak lulus juga, Bima Haria menjawab dengan tegas, “Kalau gagal kan ada bimbelnya (ikut bimbel agar tak gagal lagi, red). Kalau tiga kali gagal ya sudah, lewat!.”
Dia menambahkan, masih banyak waktu bagi guru honorer untuk belajar. Upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan guru PPPK dengan mengutamakan guru honorer sudah maksimal.
“Materi yang diberikan Kemendikbud dalam bimbel itu tidak akan lari dari tes yang akan diberikan. Saya berharap kesempatan tersebut jangan disia-siakan,” pungkasnya.




















































