- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
Gunakan Medsos dan Live Streaming sebagai Pola Digital Marketing bagi UMKM

MELAYUNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Tanjungpinang, Minim sekali para penggiat UMKM menggunakan Digital Marketing sebagai agent pemasaran dan penguatan usaha mereka.
Padahal peluang UMKM untuk menjual dan menjaring calon pembeli itu disediakan berbagai platform yang kerap di gunakan mereka,seperti media sosial, Facebook Instagram, Tiktok, WhatsApp businnes dan YouTube
Hal ini terungkap saat Dev Yanti Nur ketua SMSI Tanjungpinang menyampaikan materi tema Digital Marketing dihadapan peserta pelatihan UMKM, Rabu (17/9) di Aston Hotel Tanjungpinang.
"Coba kawan kawan UMKM semua jawab, semua punya smartphone,? tanyanya diawal materi.
Sontak semua jawab punya, dan ini dunia kita Bu sekarang, celetuk Winda seorang pelaku usaha kuliner.
"Baik kalau begitu, punya akun usaha atau bisnis kan? platform apa yang sebenarnya para teman UMKM suka gunakan?
Semua menurut data kalkulasi cepat teratas masih menggunakan platform bukan sebagai wadah untuk promosi usahanya, namun masih sekedar keasikan bermedsos saja.
Hanya 3 orang yang benar benar manfaatkan akunnya untuk promo usaha, Namun belum mendapatkan tambahan penjualan. maupun pendapatan di akun, seperti kebanyakan tutorial yang disiarkan para penggiat atau kreator.
Devi menjelaskan dari kalkulasi insigt algoritma terlihat bahwa Kota Tanjungpinang belum memiliki kreator produktif dan produk viral dikota ini, karena disebabkan hanya penonton, dan mungkin juga tidak paham menggunakan atau mengaktifkan akun.
"Padahal peluang sangat besar karena Digital Marketing itu fungsi merobohkan tembok ruang, waktu, jarak sehingga tersampaikan informasi cepat, jelas, ringkas kepada sasaran.
Riki Rionaldi, Sstp MSI Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Propinsi Kepulauan Riau, mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini memang dirancang tema kebutuhan UMKM kekinian termasuk Digital Marketing.
"Ini salah satu program kekinian yang skala favorit yang lagi trending, jika UMKM kita tidak di intervensi dalam pelatihan, mengolah dan mengelola akun untuk pengembangan usaha, kapan lagi? ini lah saatnya? kalau tidak kita bakal ditinggal daerah lain.
"Pelatihan ini disusun materinya begitu padat, kita laksanakan ujicoba beberapa kabupaten dan kota bersumber dari dana alokasi khusus Kementerian Koperasi dan UMKM, sudah terselesaikan hampir ribuan UMKM dan target pasti UMKM naik kelas dengan brand dan kematangan skill pelaku yang mantap dan berkualitas serta tanggap teknologi, " ujar Riki dihadapan peserta.
Agar UMKM kita ini bisa viral maka bagi yang memang aktif sebagai kreator konten, affiliator, atau senang live streaming berdagang produk dan edukasi, maka saya ajak kawan kawan semua mengikuti program beasiswa konten kreator dan affiliate. caranya cukup mengisi link bit.ly/creatorjoin
_JA segera karena kegiatan ini benar benar inkubasi pelatihan sampai bisa bagi pengiat konten dan affiliate," ajaknya lagi.
Riki meneruskan bahwa program semua ini adalah arahan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, SE, MM untuk lebih memberikan dukungan para kreator untuk giat mengeksplor potensi alam, kuliner, budaya dan lainnya sehingga dapat mendapatkan peluang kerja sebagai kreator konten.
Harapan pemerintah, UMKM benar benar tumbuh dan berkembang serta mensejahterakan masyarakat, kemudian menjadi mediator ke propinsi luar untuk berkunjung dan berbelanja di wilayah Kepulauan Riau.
"Insyaallah kegiatan seperti ini terus berjalan, dan kemudian para UMKM bisa mendapatkan akses permodalan melalui Koperasi Merah Putih yang beberapa waktu kedepan sudah mau diluncurkan.(Red).
















































