- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Gagahi Anak di Bawah Umur Pria Ini Dijebloskan ke Penjara

Keterangan Gambar : ilustrasi (net)
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Miris seorang anak berusia 15 tahun digagahi oleh laki-laki berkulit hitam rambut keriting usia 23 tahun, kini tersangka telah ditahan di Polres Kepulauan Anambas setelah mendapatkan laporan secara resmi dari keluarga korban.
Kapolres Anambas, AKBP Syafrudin Semidang Sakti, Sik melalui Kasatreskrim, Iptu Rifi H Sitohang selaku mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika korban hendak masuk kamar mandi, sempat meminta kepada pelaku agar keluar dari rumah namun bukannya pelaku pergi malah mengunci pintu dari dalam rumah. Beberapa saat kemudian pelaku langsung melakukan perbuatan yang tidak terpuji dan kini korban mengalami trauma berat sebab pelaku berasal dari keluarga sendiri.
"Bibinya langsung buat laporan setelah mengetahui kejadian tersebut. Kini pelaku ditahan oleh pihak Polres Anambas," ungkap Rifi Sitohang kepada wartawan, Senin (20/6/2022).
Rifi menambahkan, dari hasil visum ditemukan adanya dugaan benda tumpul yang kemaluan korban. Namun tidak ada yang menyangka ternyata tersangka masih merupakan orang dekat dengan keluarga korban.
"Saat ini perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap peluang kejahatan, terkadang tidak pandang bulu bahkan keluarga dekat juga perlu menjaga tata krama selama dirumah atau ditempat sepi," ujarnya.
Menurut Rifi, setelah peristiwa itu korban merasa tertekan dan trauma sehingga menjadi pendiam berbeda sebelum terjadinya peristiwa pencabulan. menurut keterangan beberapa saksi korban biasanya ramah namun belakangan diketahui menjadi pendiam dan jarang keluar dari rumah.
" WN di jerat Pasal 81 ayat 1 dan Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman paling singkat 5 Tahun dan paling lama 15 Tahun dengan denda sebesar Rp5 Miliar," ujarnya.(Thoni/Jhon)

















































