- Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Gagas Kerja Sama Strategis
- Bobby Nasution Targetkan 5.000 Pelaku UMKM Sumut Dapat Sertifikat Halal
- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
- Bupati Tinjau Rencana Pembangunan Kantor Damkar dan BPBD Sibolangit
- Aksi Bersih-bersih Bupati Anambas bersama Ketua PKK di Taman Bermadah
- TNI-Pemkab Bangun Jembatan di Tumpatan Nibung, Sumur Bor di Emplasmen Kualanamu
- Wagub Surya Tawarkan Potensi Investasi Sumut kepada Duta Besar Belgia
- Satu Langkah Satu Kolaborasi, Bobby Nasution Pacu Enam BUMD Sumut Naik Kelas
- Bobby Nasution Pastikan Rumah Korban Puting Beliung di Medan Johor Dibangun Kembali
- UMKM Medan Dikurasi Uniqlo, Airin Waas Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
FPK Anambas Kecam Oknum Anggota DPRD yang Intervensi Dokter Spesialis RSUD Tarempa

Keterangan Gambar : FPK Kabupaten Kepulauan Anambas saat foto bersama.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Kepulauan Anambas mengecam tindakan oknum anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas yang melakukan intervensi terhadap dokter spesialis di RSUD Tarempa.
Hal tersebut dikemukakan langsung oleh Ketua FPK Kabupaten Kepulauan Anambas, Supardi yang di dampingi oleh 11 Ketua Paguyuban yang ada di Anambas, Rabu (11/12/2024).
Kecaman itu diakibatkan oleh intervensi yang berlebihan terhadap dokter spesialis bedah RSUD Tarempa yakni dokter berinisial NN yang melakukan perawatan terhadap salah satu pasien.
"Ini menjadi preseden buruk bagi dunia kesehatan, mengingat para dokter saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Anambas," ujar Edy.
Ia menyebutkan, bahwa sejatinya kondisi seperti ini kerap kali terjadi. Hingga dalam salah satu kasus ada dokter yang sampai mengundurkan diri dari PNS.
"Kita tidak ingin hal semacam ini terulang, sehingga hal-hal kecil kepada pasien harus dirujuk kerumah sakit provinsi," sebutnya.
Untuk itu, Edy Londo panggilan akrab Supardi didampingi para ketua paguyuban, akan mengambil langkah penyelesaian agar persoalan ini tidak terulang kembali dengan melakukan audiensi ke DPRD dalam waktu dekat.
Langkah yang dilakukan semata-mata agar tidak ada lagi NN lain yang diperlakukan sama. Apalagi sampai keluar kata "setelah lapor dewan baru dirawat" padahal sudah dilakukan perawatan.
Pada kesempatan itu pihaknya juga menyinggung management RSUD serta Dinas Kesehatan yang lalai dan tidak memberikan perlindungan terhadap tenaga medis yang sedang bertugas melayani masyarakat.
"Intinya kami akan ke DPRD untuk mempertanyakan hal ini agar tidak terulang kembali. Kami sangat berharap kedepannya hal ini tidak kembali terulang, sehingga dapat menodai pelayanan terhadap pasien dan kepada masyarakat," tegasnya.
Sampai berita ini diterbitkan belum ada itikad baik dari oknum anggota DPRD tersebut untuk merespon apa yang terjadi mengingat kejadian tersebut terjadi telah lima hari yang lalu, tepatnya Sabtu (7/12/2024). (Johanda).







































_jpg.jpg)

.jpg)











