- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Dua Nelayan Asal Siantan Timur Dikabarkan Ditangkap Polisi Malaysia

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Dikabarkan 2 nelayan asal kabupaten kepulauan Anambas diduga menangkap ikan di Perairan Malaysia tanpa dilengkapi dokumen resmi, Selasa (13/9/2022).
Informasi yang diperoleh dua nelayan beserta kapal muatan sekitar 3 ton, dibawa oleh APMM ke Jeti Terminal Tanjung Manis, Malaysia, pada Selasa malam waktu setempat. Ada dua nelayan yang ditangkap diduga kesalahan nelayan kita masuk sampai perairan Malaysia.
Kepala Desa Serat kecamatan Siantan Timur, Andika membenarkan atas kejadian ini. Kepala Desa mendapatkan kabar WhatsApp dari sesama kepala desa mengenai penagkapan 2 nelayan asal Anambas.
Nelayan tersebut bernama Johan umur 30 tahun desa Munjan kecamatan Siantan Timur, satu lagi bernama Kasmadi usia 51 Tahun Desa Serat kecamatan Siantan Timur.
Andika dan keluarga korban berharap penuh atas kejadian ini pemerintah kabupaten kepulauan Anambas khususnya bupati agar dapat membantu korban yang di tangkap di negara tetangga.
"Harapan kami dan keluarga kedua nelayan bisa pulang dengan selamat bisa berkumpul dengan anak istri," ujarnya, Selasa(13/9/2022).
Yandi anak dari Kasmadi membenarkan bahwa yang ditangkap di perairan Malaysia adalah ayahnya sendiri, karna Yandi melihat warna cat pompong dan muka ayahnya di sebuah YouTube.
"Sejak tanggal 9 September 2022 ayah saya belum pulang dan tidak ada kabar. Saya baru tahu malam ini dari chanel YouTube. Harapan saya pemerintah kabupaten kepulauan Anambas mengambil langkah secepat mungkin agar bisa membantu ayah saya pulang berkumpul bersama keluarga kembali, "ujarnya. (red )

















































