- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
- Bupati Tinjau Rencana Pembangunan Kantor Damkar dan BPBD Sibolangit
- Aksi Bersih-bersih Bupati Anambas bersama Ketua PKK di Taman Bermadah
- TNI-Pemkab Bangun Jembatan di Tumpatan Nibung, Sumur Bor di Emplasmen Kualanamu
- Wagub Surya Tawarkan Potensi Investasi Sumut kepada Duta Besar Belgia
- Satu Langkah Satu Kolaborasi, Bobby Nasution Pacu Enam BUMD Sumut Naik Kelas
- Bobby Nasution Pastikan Rumah Korban Puting Beliung di Medan Johor Dibangun Kembali
- UMKM Medan Dikurasi Uniqlo, Airin Waas Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
- Rico Waas: Inovasi Jangan Sekadar Kejar Penghargaan, Harus Berdampak bagi Masyarakat
- Rico Waas Berbaur Bersama Warga di Gebyar Kemerdekaan Medan Kota
Dua Nelayan Asal Siantan Timur Dikabarkan Ditangkap Polisi Malaysia

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Dikabarkan 2 nelayan asal kabupaten kepulauan Anambas diduga menangkap ikan di Perairan Malaysia tanpa dilengkapi dokumen resmi, Selasa (13/9/2022).
Informasi yang diperoleh dua nelayan beserta kapal muatan sekitar 3 ton, dibawa oleh APMM ke Jeti Terminal Tanjung Manis, Malaysia, pada Selasa malam waktu setempat. Ada dua nelayan yang ditangkap diduga kesalahan nelayan kita masuk sampai perairan Malaysia.
Kepala Desa Serat kecamatan Siantan Timur, Andika membenarkan atas kejadian ini. Kepala Desa mendapatkan kabar WhatsApp dari sesama kepala desa mengenai penagkapan 2 nelayan asal Anambas.
Nelayan tersebut bernama Johan umur 30 tahun desa Munjan kecamatan Siantan Timur, satu lagi bernama Kasmadi usia 51 Tahun Desa Serat kecamatan Siantan Timur.
Andika dan keluarga korban berharap penuh atas kejadian ini pemerintah kabupaten kepulauan Anambas khususnya bupati agar dapat membantu korban yang di tangkap di negara tetangga.
"Harapan kami dan keluarga kedua nelayan bisa pulang dengan selamat bisa berkumpul dengan anak istri," ujarnya, Selasa(13/9/2022).
Yandi anak dari Kasmadi membenarkan bahwa yang ditangkap di perairan Malaysia adalah ayahnya sendiri, karna Yandi melihat warna cat pompong dan muka ayahnya di sebuah YouTube.
"Sejak tanggal 9 September 2022 ayah saya belum pulang dan tidak ada kabar. Saya baru tahu malam ini dari chanel YouTube. Harapan saya pemerintah kabupaten kepulauan Anambas mengambil langkah secepat mungkin agar bisa membantu ayah saya pulang berkumpul bersama keluarga kembali, "ujarnya. (red )





































_jpg.jpg)

.jpg)













