- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Bupati Aneng Pertanyakan Jumlah Pekerja Lokal yang ada di Perusahaan Migas

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Bupati Aneng pertanyakan pada pihak perusahaan minyak dan gas yang beroperasi di wilayah Anambas, soal pemberdayaan putra putri daerah sebagai tenaga kerja maupun tenaga ahli.
Pertanyaan itu disampaikan oleh Aneng dalam acara serah terima program Community Investment dengan pihak Harbour Energy, Selasa (27/01/2026).
"Saya minta kepada seluruh perusahaan perusahaan minyak yang ada di kabupaten Anambas, saya minta keterbukaan. Supaya kami bisa tau pak, berapa sih putra putri kami (Anambas ) yang bekerja di seluruh perusahaan perusahaan minyak atau gas yang ada di Anambas?tanya Aneng
Aneng juga menyampaikan harapan masyarakat Anambas, sebagai masyarakat di wilayah operasi perusahaan migas seperti Harbour Energy untuk dapat memberdayakan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja.
'Dengan besar harapan kami, bisa putra putri kami menyambung pekerjaan di perusahaan bapak (Harbour Energy) itu harapan kami,"ucap Aneng.
Ia juga minta kepada pihak perusahaan agar melakukan pelatihan tenaga kerja bagi masyarakat setempat agar dapat menjadi tenaga kerja yang profesional sesuai dengan kebutuhan perusahaan migas.
"Kemarin kami minta tolong untuk bangunkan Balai Latihan Kerja (BLK), maka dari situ apa yang bapak butuhkan kami didik kan disana dan kami bisa menyuplai (tenaga kerja) kepada bapak, gak perlu lagi bawa tenaga kerja dari luar Anambas," pintanya.
Sebagai bukti keseriusan, Aneng menyatakan komitmen bahwa dengan pelatihan kerja yang profesional, putra putri daerah mampu berdaya saing dengan tenaga kerja dari luar Anambas.
"Kami bisa memenuhi standard yang bapak mau. Seandainya kami tidak bisa memenuhi, maka monggo pak cari perubahan," tegasnya.(ferengki).

















































