- Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Gagas Kerja Sama Strategis
- Bobby Nasution Targetkan 5.000 Pelaku UMKM Sumut Dapat Sertifikat Halal
- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
- Bupati Tinjau Rencana Pembangunan Kantor Damkar dan BPBD Sibolangit
- Aksi Bersih-bersih Bupati Anambas bersama Ketua PKK di Taman Bermadah
- TNI-Pemkab Bangun Jembatan di Tumpatan Nibung, Sumur Bor di Emplasmen Kualanamu
- Wagub Surya Tawarkan Potensi Investasi Sumut kepada Duta Besar Belgia
- Satu Langkah Satu Kolaborasi, Bobby Nasution Pacu Enam BUMD Sumut Naik Kelas
- Bobby Nasution Pastikan Rumah Korban Puting Beliung di Medan Johor Dibangun Kembali
- UMKM Medan Dikurasi Uniqlo, Airin Waas Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
Berkas Perkara Tenggelamnya KM. Samarinda Telah Lengkap, Kejari Kepulauan Anambas Segera Limpahkan ke PN Natuna

Keterangan Gambar : Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kepulauan Anambas, Bambang Wiratdany saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (29/10/2024).
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kasus peristiwa tenggelamnya KM. Samarinda yang menelan 4 korban jiwa pada bulan Juli 2024 lalu, kini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepulauan Anambas.
Kapten KM. Samarinda yang membawa sebanyak 57 orang penumpang dengan rute Tarempa-Matak itu pun telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kepulauan Anambas pada bulan Agustus 2024 lalu.
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kepulauan Anambas, Bambang Wiratdany menyampaikan bahwa telah menerima pelimpahan kasus tersebut dari penyidik Satreskrim Polres Kepulauan Anambas. Kini berkas perkara kasus tersebut pun telah lengkap (P21).
"Hari ini kita telah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti untuk kasus tenggelamnya KM. Samarinda pada Juli lalu, dengan terdakwa Mus," ucapnya, Selasa (29/10/2024).
Bambang mengungkapkan bahwa setelah menerima tahap kedua tersebut pihaknya akan segara menyusun surat dakwaan dan melakukan pelimpahan ke Pengadilan Negeri (PN) Natuna untuk disidangkan.
"Setelah penyerahan berkas dan tersangka dari penyidik, kami akan secepatnya limpahkan ke PN Natuna," terangnya.
Selanjutnya Bambang menerangkan bahwa kapten KM. Samarinda tersebut disangkakan dengan Pasal 302 ayat 3 UU No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran juncto Pasal 361 KUHP atau 359 KUHP tentang bentuk kelalaian.
"Tersangka dikenakan ancaman paling lama 3 tahun penjara atau denda paling banyak 400 juta Rupiah," pungkasnya. (Johanda).







































_jpg.jpg)

.jpg)











