- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Begini Hasil Visum Lansia yang Meninggal di Kampung Baru

Keterangan Gambar : Kapolsek Siantan (tengah) didampingi oleh Kanit Reskrim, AIPTU Fransiscus Rudi Wahyudi saat konferensi pers terkait hasil visum lansia yang meninggal di Kampung Baru, Sabtu (19/11/2022).
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Pihak kepolisian sudah terima hasil visum dari rumah sakit dan hasilnya lansia yang meninggal di Kampung Baru, (Boseng, red) karena faktor diduga sakit. Kapolsek Siantan, IPTU Gunawan Husein didampingi Kanit Reskrim Aiptu Fransiscus Rudi Wahyudi mengatakan, hasil visum tak ada tanda kekerasan, ada hipertensi, sering sakit-sakitan.
"Dari keterangan saksi yang kita peroleh bahwa yang bersangkutan sering sakit dan punya penyakit riwayat hipertensi," kata Kapolsek.
Kapolsek juga menambahkan pihaknya tetap melakukan pengembangan dan dimintai keterangan saksi. Jika ditemukan hal baru tidak tertutup kemungkinan dilakukan penyelidikan, namun sementara saat ini sesuai dengan hasil visum tidak ada ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh lansia yang telah menjadi mayat tersebut.
"Sesuai dengan hasil visum dari rumah sakit bahwa lansia (Boseng alias Lemi) dinyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban kendatipun ada pisau di sebelahnya bisa saja untuk mengupas buah-buahan," ujarnya.
Kapolsek juga menghimbau agar sesama masyarakat peduli terhadap lingkungan dan saling memperhatikan sesama antara tetangga satu dengan yang lainnya sehingga hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi kedepannya. (red)

















































