- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
Batam Panen 20 Ton Cabai Merah Hasil Teknologi Proliga

Keterangan Gambar : Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad (kanan) bersama KPW BI Kepri, Musni Hardi K Atmaja menunjukkan cabai hasil panen di Setokok, Bulang, Kamis (25/3/2021).
KORANBATAM.COM - Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, ikut panen perdana cabai merah hasil tekonologi Produksi Lipat Ganda (Proliga) di Setokok, Bulang, Kamis (25/3/2021). Diketahui, dengan teknologi tersebut produksi cabai merah meningkat, dari yang biasanya 18 ton per hektare, meningkat menjadi 20 ton per hektare.
Proliga merupakan program sinergi peningkatan hasil pertanian, khususnya cabai merah di Batam, antara Bank Indonesia (BI) dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Riau.
Amsakar menyambut baik penerapan teknologi Proliga ini. Menurut dia, pada prinsipnya Pemko Batam mendukung dan mengapresiasi inovasi di sektor pertanian tersebut.
“Meningkatnya produksi tentu dapat berimpilikasi pada kesejahteraan masyarakat serta mampu menekan inflasi di daerah,” kata dia.
Kini Proliga menjadi percontohan dan diterapkan di area garapan Kelompok Tani Maju Mandiri di Setokok. Amsakar berharap metode ini menjadi referensi bagi kelompok tani yang lain dalam rangka meningkatkan produktivitas taninya.
“Proliga ini memberikan harapan yang besar bagi peningkatan sektor pertanian,” imbuhnya.
Sembari meningkatkan produksi (hulu), ia sepakat atas rencana DKPP Kota Batam mendorong koperasi ataupun badan usaha terkait penjualan hasil panen di sektor hilir.
“Dengan hadirnya koperasi atau badan usaha, harga tentu tidak bisa dimainkan oleh pihak yang bermain di ranah ini,” ujar dia.
Dalam praktiknya, teknologi proliga cabai di antaranya memperhatikan penggunaan varietas unggul, pemangkasan pucuk yang dimaksudkan agar tanaman memiliki banyak cabang. Kemudian, ditanam secara zigzag agar mendapatkan suplai matahari yang cukup.
Senada yang disampaikan Amsakar, Kepala Kantor Perwakilan Wikayah (KPW) BI Kepri, Musni Hardi K Atmaja, berharap keberhasilan dan kesuksesan metode proliga di Kelompok Tani Maju Mandiri dapat direplikasi oleh kelompok tani yang lain.
“Untuk itu, pada kegiatan ini kami undang beberapa kelompok tani hingga dari Nongsa. Para kelompok tani ini mengikuti sekolah lapangan agar dapat sharing informasi seputar Proliga,” katanya.
Musni mengungkapkan alasan, dipilihnya cabai merah sebagai target program ini di Batam. Menurutnya, cabai merah merupakan salah satu komoditas yang menyumbang inflasi di Kota Batam.
“Untuk itu kami bantu meningkatkan produksinya supaya mengurangi inflasi dari cabai,” imbuhnya.
Selain panen perdana, rangkaian kegiatan juga meliputi penyerahan program sosial Bank Indonesia berupa traktor dan alat pendukung kepada kelompok Tani Maju Mandiri Setokok. Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad dipercaya menjadi orang pertama yang menghidupkan traktor tersebut.
















































