- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
Babinsa 02 Tarempa Silaturahmi dengan Damkarkat Anambas, Bahas Masalah Kebakaran

Keterangan Gambar : Koptu Pardenande saat silaturahmi ke kantor Damkarkat Anambas.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Tingkatkan Kesiagaan hadapi ancaman kebakaran di wilayah padat penduduk, Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna Koptu Pardenande lakukan komunikasi sosial dengan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kepulauan Anambas, Rabu (14/01/2026).
Langkah ini merupakan upaya mitigasi bencana, mengingat beberap desa sekitaran pulau Siantan merupakan kawasan permukiman padat penduduk yang memiliki risiko tinggi penyebaran api.
Dalam kegiatan tersebut, tampak Koptu Pardenande bersama petugas Damkar melakukan pemeriksaan terhadap alat alat Damkar untuk memastikan setiap komponen hydrant berfungsi optimal.
Selain pengecekan alat Koptu Pernande bersama anggota Damkar juga melakukan pembersihan jalur pipa, serta mengecek debit air guna menjamin kesiapan sarana pemadaman saat situasi darurat.
Di sela-sela perbaikan, Koptu Pardenande memberikan himbauan langsung kepada warga agar senantiasa menjaga akses di sekitar titik hydrant.
Ia menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk tidak meletakkan barang atau memarkirkan kendaraan yang dapat menghambat mobilitas petugas pemadam kebakaran.
"Perbaikan ini sangat vital karena hydrant adalah urat nadi pertolongan pertama jika terjadi musibah kebakaran di gang-gang sempit. Dengan memastikan jalur air ini lancar, kita telah meminimalisir risiko kerugian yang lebih besar bagi warga," tegas Koptu Pardenande.(ferengki).

















































